Miris Puluhan Warga Desa Sungai Rambai Belum Dapat Jaringan Listrik

Warga Telah Berkorban Beli Kabel 1.750 Meter, Tapi Sayangnya Tak Kunjug Masuk Aliran Listrik

Warga Telah Berkorban Beli Kabel 1.750 Meter, Tapi Sayangnya Tak Kunjug Masuk Aliran Listrik***
KAMPAR, (Mediatransnews) - Miris Puluhan bahkan Ratusan Rumah warga Dusun 3 Koto botuang Rt/Rw. 002/002 (sungai rambai), Kec. Kampar kiri, Kab. Kampar riau, yang sudah bertahun-tahun Tahun  belum mendapat aliran dan menikmati lampu listrik seperti masyarakat lainnya. Seperti yang di beritakan media ini sebelumnya yang berjudul, "Walau Tiang  Listrik Sudah Tegak Di Halaman Rumah Tapi Warga Tidak Dapat Aliran Listrik".

Mereka rela mengeluarkan uang puluhan juta untuk pengadaan kabel listrik PLN dan pemasangan tiangnya kerumah-rumah mereka yang berjarak paling jauh kurang lebih sekitar ratusan meter dari jaringan induk PLN yang ada di daerah tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan oleh beberapa warga kepada media ini, Jumat (19/3/2021) jam 12 siang. Menyampaikan bahwa mereka berbagai cara melakukan hal, karena pihak PLN cabang lipat kain berbagai alasan yang inilah dan yang itu, salah satu masalah perluasan jaringan, sementara kami sudah tidak sabar ingin menikmati jaringan listrik PLN yang telah lama mereka nanti-nantikan.

Otaha Hia alias Ucok, Mewakili  warga yang sudah membayar biaya meteran kepada pihak PLN melalui Indomart bahkan sudah keluar  Sertifikasi Laik Operasi dari PT. Sertifikasi Instalasi Prima dari wilayah riau area pekanbaru, dengan mebayar biaya meteran menggunakan nomor Registrasi/kode bayar, sehingga kami mendapat bukti pembayaran berlogo PLN.

Maka puluhan Warga rela dan siap mempergunakan anggaran pribadi mereka asalkan aliran listrik bisa masuk kerumah mereka masing-masing, walau dengan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli Kabel dengan merek SR 4x16, yang terkategori standar dari  PLN.

Ucok menjelaskan lagi, bahwa yang dilakukan oleh warga dalam pembelian kabel secara pribadi, dengan cara bergotong royong, mereka bekerjasama untuk mengeluarkan biaya membeli kabel tersebut.

Dalam hal ini kami mohon maaf kepada PT PLN Persero, apa yang telah kami lakukan tersebut diatas,  merupakan hal yang salah ataupun barangkali melanggar SOP PLN kami mohon maaf, sebab hal ini kami lakukan hanya untuk membantu masyarakat sebab masyarakat kepingin rumah-rumah mereka di terangin arus listrik PLN,".

Lanjut Otaha Hia alias Ucok, "namun dengan lambannya pemasangan jaringan PLN ini, disini kami juga tidak bermaksud untuk menyalahkan pihak PLN, kami juga mengerti kemungkinan banyak proses yang harus diselesaikan juga, jadi untuk menjelang itu makanya masyarakat mereka bersedia untuk korban, hingga terlebih dahulu membeli kabal yang nantinya untuk jaringan sementara.

Warga yang di wakili oleh Ucok. Berharap agar Pemasangan Jaringan Listrik PLN bisa rampung dalam waktu dekat, karena sampai saat ini puluhan warga sungai rambai. Pinta ucok mewakili puluhan warga.

Pihak PLN cabang lipat kain yang berhasil dikonfirmasi media ini, melalui Irfan (meneger). Mengatakan, lewat WatsApp pribadinya, ada pengajuan penyambungan pelanggan baru dengan alamat dusun parit indah sungai rambai Setelah tim melakukan pengecekan ke lokasi ternyata daerah tersebut belum terpasang Jaringan Tegangan Rendah dari PLN sehingga untuk tindak lanjutnya harus dilakukan perluasan Jaringan Untuk mempermudah kami mengusulkan perluasan jaringan, maka kami minta kepada pelanggan untuk membuat surat permohonan perluasan dalam hal ini bisa dilakukan melalui pemerintah desa karena ada lebih dari 1 pelanggan yg mendaftar di lokasi yang sama.

Terkait pendaftaran di PLN calon pelanggan tetap bisa melakukan pendaftaran dan pembayaran BP,
itu sudah tersistem dan terpusat dan tidak ada batasan untuk melakukan pendaftaran

Jika dilapangan butuh perluasan, maka disisi PLN akan melakukan penangguhan penyambungan sampai proses perluasan selesai
Pelanggan juga diberi hak untuk dilakukan Restitusi (pengembalian dana) kepada pelanggan sebesar BP yang dibayarkan ke PLN. Jelas Irfan.

Di saat berbeda media ini, saat di konfirmasi lewat WhatsApp. Terkait pihak PLN mengatakan menunggu surat pengajuan dari pihak desa. Kepala Desa (Madi), mengatakan. Kalau soal pengajuan pihak desa tetap dan berupaya melakukan yang terbaik demi kepentingan warga. Dalam hal ini juga pernah kita ajukan ke pihak PLN, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari PLN. Bahkan orang PLN sudah sampai di lokasi. Ujar Madi (Kades).

Menepis keterangan dari Irfan. Otaha Hia alias Ucok, saat di konfirmasi kembali oleh media ini. Memang betul daerah tersebut belum mempuyai jaringan. Akan tetapi warga telah membeli jaringan sendiri. Dan warga bergotong royong membeli jaringan tersebut. Dan warga  membeli jaringan tersebut  tidak merasa dirugikan,  untuk kami hibah kan ke pihak PLN. Malah kami merasa lebih rugi kalau kampung kami atau rumah kami tidak terang dengan aliran listrik. Dan Jaringan telah terbeli oleh kami warga. Dan telah terpasang jaringan tersebut ke tiang-tiqng yang telah tersedia. Juga kami (warga) berani  melakukan ini karena kami telah membayar lunas untuk pengambilan kwh. Kalau kwh nya sudah ada maka kampung kami terang. Namun sayangnya kwh yang sudah kami bayar lunas tak kunjung di pasangkan.

Kmi warga/masyarakat sudah sangat merindukan penerangan walaupun hanya sekedar bisa meng hidupkan  satu bola lampu dan satu colokan  listrik di rumah kami. Apalagi sekarang di dalam condisi covid anak anak sekolah semua nya menggunakan Hp karena belajar sistim daring, karena selama ini mengecas Hp hanya menumpang ke tetangga terdekat demi ingin mendapat kan informasi dari sekolah.

Dan sehubungan pernyataan Irfan manejer PLN lipat kain dengan mengembalikan uang ke pelangan yang sudah di bayarkan melalui onlaine, bila hal itu terjadi. Maka kami masyarakat sangat kecewa, karena tindakan manejer PLN tersebut bukan lah solusi yang baik dan yang bijak. Kami anggap Itu keputusan yang sangat merugikan kami sebagai  masyarakat. Tutur OH dengan kesal dan sedih. (Red/Tim)***



TERKAIT