Aktif Kembali Sebagai Bupati

Suyatno Serahkan Ribuan Sertifikat Ke Pendidik Se Rohil

Aktif Kembali Sebagai Bupati, Suyatno Serahkan Ribuan Sertifikat Ke Pendidik Se Rohil***
BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud) menyerahkan sertifikat bagi pendidik lulusan LPPG, SIM PKB, Kurikulum 13, dan Guru , Kepala Sekolah ,dan Pengawas Berprestasi Tahun 2018 se Rokan Hilir Tahun 2018.

Sertifikat pendidik tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Rohil,H.Suyatno kepada 18 Korwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Rokan Hilir,Senin-(25/06/2018) di halaman kantor Disdikbud Rokan Hilir, jalan komplek perkantoran batu enam.

Penyerahan sertifikat itu juga dihadiri Ketua DPRD Rohil H.Nasrudin Hasan, Sekda Rohil,H.Drs.Surya Arfan,para asisten, para pejabat tinggi pratama di lingkungan pemda kabupaten Rohil serta 18 korwil dan ribuan guru.

Kadisdikbud, HM.Rusli Syarief,S.Sos dalam sambutannya mengatakan, ada sebanyak 1096 sertifikat yang diserahkan kepada 18 korwil se Rokan Hilir. Sertifikat itu adalah dana dari pemerintah pusat yang merupakan hak dan kewajiban para guru.

"Pada tahun 2019, bag yang tidak memegang sertifikat sertifikasi, maka mereka tidak dibayar lagi sertifikatnya, bagi yang memegang sertifikat nanti dilampirkan dengan SKnya itu yang dilaporkan sebagai guru yang mendapat sertifikasi," kata Rusli Syarief.

Dijelaskan Kadisdikbud, Ujian untuk mendapatkan sertifikat dilaksanakan pada bulan juni bertepatan bulan puasa, pelaksanaan ujian di adakan di dua royon, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Bagansembah oleh panitia dari pusat, itu hanya untuk 400 orang, sementara guru di Rohil ada sebanyak 13 ribu orang.

"Kita harapkan kepada guru yang lulus dan yang mendapatkan sertifikat tidak lain adalah prestasi, dan bagi guru yang tidak dapat dan dinyatakan tidak lulus agar terus berjuang, nanti ada lagi dibuka peluang untuk mengikuti ujian terakhir di bulan November, dan bagi mereka yang tidak lulus, maka di tahun 2019 nanti mereka tidak layak menerima dana sertifikasi,karena sertifikat salah satu syarat untuk mendapatkan dana sertifikasi yang dananya bersumber dari pusat bukan daerah," Ujarnya.

Dia membeberkan, pada saat terakhir guru menerima haknya ada giru di saat mau lebaran menerima haknya mencapai 72 juta, yang paling rendah guru yang pangkat dan golongannya 2b itu mendapat 31 juta.

"Siapa bilang guru tidak sejahtera, cuma kemarin pembayarannya terlambat, terlambat bukan berarti salahnya pemda tapi dana dari pusat yang terlambat turun kedaerah," Ungkap Rusli Syarief.

Ditempat yang sama, Bupati Rohil H.Suyatno memberikan apresiasi kepada Disdikbud Rohil yang telah berhasil meningkatkan mutu pendidikan di saat kondisi keuangan daerah merosot tajam.

"Anggaran keuangan kita dulu memang hebat, kini keuangan kita merosot tajam, tapi dalam anggaran yang hebat tersebut prestasi dunia pendidikan kita di ranking bawah. Namun di saat keuangan daerah sakit-sakitan prestasi pendidikan kita malah makin meningkat, itu semua adanya keikhlasan hati kita dalam melaksanakan tugas," Kata Suyatno.

Orang nomor satu di Rohil ini menuturkan, bahwa tugas para guru sangatlah berat setiap hari bertugas mencerdaskan anak-anak bangsa.

"Ini sesuatu yang harus kita syukuri, mentang-mentang anggaran kita tidak ada lalu semangat kita menjadi mundur, itu jangan sempat terjadi, Saya pikir prestasi harus terus kita raih," ucapnya.

Menurut Calon Wakil Gubri itu, Maju mundurnya anak-anak bangsa di Rokan Hilir itu tergantung dengan bapak dan ibu guru.

"Saya mengajak marilah bersama-sama dan bahu membahu dalam memajukan dunia pendidikan ini, " Harap Suyatno.

Tidak hanya itu, Bupati Rohil juga mengajak masyarakat untuk berpartispasi, datang dan menggunakan hak pilihnya pada pilgub dan wakilgubri 2018.

" Saya mengimbau kepada semua masyarakat Rohil untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur nanti, karena maju mundurnya Propinsi Riau ada di tangan masyarakat Riau sendiri," pungkasnya. (Spt/Mtnc)***
TERKAIT