UKW Segera Di Laksanakan

Tabloid Bidik Kerjasama Dengan LPDS Menyelanggarakan UKW Di Pekanbaru

LPDS yang bekerjasama dengan Tabloid Bidik Akan Laksanakan UKW***

PEKANBARU - Tabloid Bididk bekerjasama dengan LPDS (Lembaga Pers Dr Soetamo) akan menyelenggarakan Lokakarya Jurnalistik dan Uji Komptensi Wartawan (UKW) di Pekanbaru. Pelaksanaannya di Hotel Furaya Jl Jenderal Sudirman Pekanbaru, 30 Juli - 2 Agustus 2018.

Hal ini untuk mempermudah wartawan mengikuti ujian. Sekaligus membantua rekan-rekan wartawan yang ingin memperoleh UKW tersebut.

Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), merupakan pusat pendidikan dan pelatihan jurnalistik di Jakarta yang didirikan oleh Dewan Pers Juli 1988, yang secara konsisten selama 29 tahun ini mengadakan pelatihan jurnalistik untuk wartawan media cetak, elektronik, on-line juga pegawai perusahaan swasta, negeri maupun BUMN.

LPDS akan menyelenggarakan lokakarrya jurnalistik satu (1) hari dan uji kompetensi waratawan (UKW) dua (2) hari untuk jenjang muda, madya dan utama, sesuai dengan Standar Kompetensi Wartawan melalui Peraturan Dewan Pers Nomor I/Peraturan-DP/II/2010, tertanggal 2 Februari 2010.

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi peserta merupakan salah satu barometer profesionalisme wartawan yang mencakup aspek kesadaran terhadap profesi, pengetahuan, keterampilan/keahlian dan sikap kerja yang relevan dalam pelaksanaan tugas kewartawanan. Bagi peserta UKW yang lulus akan memperoleh sertifikat dan kartu Uji Kompetensi Wartawan yang disahkan oleh Dewan Pers.

Penanggungjawab kegiatan sekaligus Pemimpin Redaksi Tabloid Bidik Anotona Nazara SE, Sabtu, (26/5) di Pekanbaru mengatakan, Lokakarya Jurnalisik dan Uji Komptensi Wartawan ini sudah mendapatkan persetujuan dari LPDS Jakarta. Pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada LDPS, mulai dari menyusun skedul sampai materi ujian, kata Nazara.

UKW ini dibagi tiga jenjang yaitu UKW Muda, Madya dan Utama. "Kami sudah membuat pengumuman kepada kalangan wartawan dan pemimpin redaksi masing-masing media cetak maupun online di Riau, mudah-mudahan sudah banyak yang mendaftar, sekitar 30 orang," ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Nazara mengatakan, biaya pendaftaran Rp 3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per orang. Hal itu ditentukan oleh LPDS. Ada satu syarat yaitu media cetak atau media online wartawan yang bersangkutan harus sudah terverifikasi administrasi di Dewan Pers.

Bagi temen-teman wartawan yang mau ikut UKW, silahkan menghubungi panitia di sekretariat Tabloid Bidik di Pekanbaru.

Latar Belakang Organisasi
LPDS merupakan lembaga pendidikan kewartawanan yang didirikan atas dasar keputusan Dewan Pers Republik Indonesia nomor 01/SK/DP/1985 tentang Pembentukan Komisi Pendidikan dan Latihan Pers tertanggal 2 Desember 1985 yang terwujud menjadi Lembaga Pers Dr. Soetomo pada 23 Juli 1988, dan selama ini berpengalaman melaksanakan program untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.

LPDS telah menggelar pelatihan untuk wartawan di 34 provinsi di Indonesia, bekerjasama dengan berbagai lembaga, antara lain Dewan Pers, UNESCO Jakarta, Kedutaan Besar Selandia Baru, Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia, Friedrich Ebert Stiftung (FES), European Union, The Asia Foundation, UNICEF, Freedom Forum. Lebih dari 12.000 orang, lebih dari 9.000 wartawan dan lebih dari 3.000 aparat hubungan masyarakat, telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan LPDS.

LPDS di Indonesia Timur menggelar pelatihan Kode Etik Jurnalistik dan jurnalisme di Wilayah Konflik untuk Papua, Sulawesi Tengah, Maluku dan Ternate, serta Uji Kompetensi Wartawan di Makassar, Ambon dan Papua.

LPDS berfokus pada bidang: Pendidikan dan Pelatihan untuk Wartawan dan Pejabat Hubungan Masyarakat.

Geografis yang dilayani LPDS: wilayah Republik Indonesia (RI) dan Timor Leste. Sekira 90 persen wartawan profesional di Timor Leste adalah alumni LPDS sejak 1990.

Status sosial ekonomi: semua kalangan yang memerlukan pendidikan dan pelatihan jurnalistik maupun hubungan masyarakat.

Etnisitas: semua etnis (multietnis) yang memerlukan pendidikan dan pelatihan jurnalistik maupun hubungan masyarakat.

Gender dan orientasi seksual: laki-laki dan perempuan. LPDS dalam kerja sama dengan mengembangkan pula pelatihan kesetaraan gender dalam keredaksian media massa, dan nara sumber ahlinya.

Kemampuan fisik: semua orang, tanpa memandang keterbatasan fisik, yang berminat mendapatkan pendidikan dan pelatihan jurnalistik maupun kehumasan. (rls/mtnc)***


TERKAIT