Penyelenggaraan Jamkesmas
153.240 Jiwa TA.2018 Masyarakat Kabupaten Nias Sudah Memiliki Jaminan kesehatan
Bupati Nias saat ada Pertemuan dengan Dirjen Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp,OG (K)MARS di Aula Pertemua RSUD Gunungsitoli***
MEDIATRANSNEWS, NIAS - Berdasarkan perhitungan Jumlah Jiwa di wilayah Kabupaten Nias-Sumatera Utara pada TA.2018 ini berjumlah 153.240 jiwa, dan 132.675 jiwa atau 86,58 % (persen) sudah memiliki jaminan kesehatan.
Hal ini dijelaskan oleh Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli,MM saat ada pertemuan dengan Dirjen Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo,Sp.OG(K) MARS di Aula pertemuan RSUD Gunungsitoli
Lanjutnya Bupati mengatakan bahwa tinggal 13,42 persen atau 22.368 jiwa penduduk Kabupaten Nias yang belum memiliki jaminan kesehatan, ungkapnya
Dari 132.675 jiwa yang telah memiliki jaminan kesehatan, sebanyak 18 persen atau 23.885 jiwa diantaranya dibiayai melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Nias.
Penyelenggaraan Jamkesmas dilakukan untuk memberi jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Nias yang belum tercover melalui PBI Pusat dan PBI Propinsi Sumatera Utara, khususnya masyarakat miskin yang tidak mampu.
Pada tahun anggaran 2017, Pemkab Nias telah menganggarkan sebesar Rp. 8 Milyar untuk membayar iuran peserta program Jamkesmas yang telah integrasi dengan BPJS mulai tanggal 1 Mei 2017 yang lalu.
"Kondisi kesehatan di Kabupaten Nias saat ini masih dihadapkan pada masalah sangat mendasar serta permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang belum optimal, jelas Bupati
Masalah tersebut diantaranya adalah derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit malaria, demam berdara, rabies, diabetes, tekanan darah tingggi dan HIV/AIDS.
Sementara ketersediaan sumber daya kesehatan, baik tenaga, dana dan kesehatan di kabupaten Nias juga masih terbatas, dimana masih ada 5 Puskesmas di Kabupaten Nias yang tidak memiliki dokter.
Selain dokter, hampir 60 % persen tenaga kesehatan lainnya seperti analis gizi, sanitarian, dan tenaga farmasi juga tidak tersedia di Puskesmas.
Bahkan, RSUD Gunungsitoli Kabupatem Nias saat ini masih membutuhkan beberapa dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih lebih pasca ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan se Kepulauan Nias oleh Menteri Kesehatan dan Gubernur Sumatera Utara.
Walau demikian, untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias, Pemerintah Kabupaten Nias berkomitmen mememenuhi akreditas baik RSUD maupun Puskesmas, dan khusus RSUD Gunungsitoli telah dilakukan survei akreditas, tutur Bupati Nias.
Acara pertemuan ini dihadiri oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp,OG(K) MARS, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr.Tri Hesti,Sp,M,MARS, Ketua Arsada dr.Heru Aryadi MPH, Ketua IDI Wilayah Sumatera Utara dr. Edi Andriansya, Sp.OG , Biro Hukum Kemenkes, BPPSDM Kesehatan, Direktur RSUD Gunungsitoli, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias dan para Dokter Spesialis dan Perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli (Un/Mtnc)***
Hal ini dijelaskan oleh Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli,MM saat ada pertemuan dengan Dirjen Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo,Sp.OG(K) MARS di Aula pertemuan RSUD Gunungsitoli
Lanjutnya Bupati mengatakan bahwa tinggal 13,42 persen atau 22.368 jiwa penduduk Kabupaten Nias yang belum memiliki jaminan kesehatan, ungkapnya
Dari 132.675 jiwa yang telah memiliki jaminan kesehatan, sebanyak 18 persen atau 23.885 jiwa diantaranya dibiayai melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Kabupaten Nias.
Penyelenggaraan Jamkesmas dilakukan untuk memberi jaminan kesehatan bagi penduduk Kabupaten Nias yang belum tercover melalui PBI Pusat dan PBI Propinsi Sumatera Utara, khususnya masyarakat miskin yang tidak mampu.
Pada tahun anggaran 2017, Pemkab Nias telah menganggarkan sebesar Rp. 8 Milyar untuk membayar iuran peserta program Jamkesmas yang telah integrasi dengan BPJS mulai tanggal 1 Mei 2017 yang lalu.
"Kondisi kesehatan di Kabupaten Nias saat ini masih dihadapkan pada masalah sangat mendasar serta permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang belum optimal, jelas Bupati
Masalah tersebut diantaranya adalah derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah, tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit malaria, demam berdara, rabies, diabetes, tekanan darah tingggi dan HIV/AIDS.
Sementara ketersediaan sumber daya kesehatan, baik tenaga, dana dan kesehatan di kabupaten Nias juga masih terbatas, dimana masih ada 5 Puskesmas di Kabupaten Nias yang tidak memiliki dokter.
Selain dokter, hampir 60 % persen tenaga kesehatan lainnya seperti analis gizi, sanitarian, dan tenaga farmasi juga tidak tersedia di Puskesmas.
Bahkan, RSUD Gunungsitoli Kabupatem Nias saat ini masih membutuhkan beberapa dokter spesialis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih lebih pasca ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan se Kepulauan Nias oleh Menteri Kesehatan dan Gubernur Sumatera Utara.
Walau demikian, untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias, Pemerintah Kabupaten Nias berkomitmen mememenuhi akreditas baik RSUD maupun Puskesmas, dan khusus RSUD Gunungsitoli telah dilakukan survei akreditas, tutur Bupati Nias.
Acara pertemuan ini dihadiri oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp,OG(K) MARS, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr.Tri Hesti,Sp,M,MARS, Ketua Arsada dr.Heru Aryadi MPH, Ketua IDI Wilayah Sumatera Utara dr. Edi Andriansya, Sp.OG , Biro Hukum Kemenkes, BPPSDM Kesehatan, Direktur RSUD Gunungsitoli, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias dan para Dokter Spesialis dan Perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli (Un/Mtnc)***
TERKAIT



Tulis Komentar