Tidak Balas Surat Klarifikasi Dan Konfirmasi

IKRAR Mantan Tersangka Korupsi Kembali Jabat PPK Proyek APBN

Ikrar Setiaty ST MT,  (PPK Proyek IPLT PU) ***
MEDIATRANSNEWS, PEKANBARU - Paket Pekerjaan Pembangunan IPLT yang berlokasi dikabupaten Indragiri Hulu disinyalir pekerjaan proyek yang belum selesai pada saat itu tapi sudah Provisional Hand Over (PHO).

Proyek dengan panggu anggaran Rp.4.500,000,000,- pada tahun 2015 yang bersumber dana APBN dengan nomor ; F.02/POKJA-PMAS/APBN-P/IV/2015/01 tertanggal 28 April 2015 diduga adanya indikasi kerugian negara.

Berdasarkan hasil investigasi Tim LSM yang di dampingin wartawan, seputar pekerjaan pembangunan IPLT yang berlokasi dikabupaten Indragiri hulu pada tahun 2015 yang menelan dana miliaran rupiah, diduga dalam pekerjaannya pada pembangunan IPLT masih ada yang belum selesai seperti pembangunan Pos jaga dan Sumur Bor kolam maturasi 14 x 9 M dan Man Uver Truk Tinja Aspal Beton.

Sementara dalam pekerjaan pembangunan IPLT tersebut yang seharusnya dilakukan pekerjaan sesuai best, data yang di peroleh (LSM dan wartwan ) sub total I pembangunan, A. Pekerjaan Kolam SSC Sub Total 1 ( Bak SSC 5 Unit ), B. Bank Sludge Drying Area ( SDA ) 5 Bak Sub Total B ( Bak SDA 5 Unit ), C. Pekerjaan Kelengkapan Bak SSC & SDA & Gudang Lumpur Sub Total A.B.C, D. Pekerjaan Kolam Anaerobik Sub Total D, E. Pekerjaan Kolam Anaerobik Sub Total E, F. Pekerjaan Fakultatif. 1 Unit Sub Total F. G. Pekerjaan Maturasi 1 Unit Sub Total G. Sub Total Pembangunan 2. A. Pekerjaan Pagar BRC Sub Total F, B. Pekerjaan Sumur Bor Sub Total G. C. Pekerjaan Pos Jaga Sub Total H, D. Pekerjaan Portal Gerbang Sub Total I, E. Pekerjaan Beton Bertulang Lahan Parkir & Manuver Truk Tinja Sub Total K. F. Pekerjaan Saluran Inlet dan Out Let Antara Kolam Sub Total L. G. Pekerjaan Man Uver Truk Tinja Aspal Beton Pagar Depan.

Ironisnya sekalipun proyek pembangunan pos jaga dan sumur bor juga kolam maturasi dan Manuver Truk Tinja Aspal Beton Pagar Depan belum selesai, namun proyek yang bernomor panggu anggaran pembangunan IPLT dikabupaten Indragiri Hulu tersebut, F.02/POKJA-PMAS/APBN-P/IV/2015/01, pada tanggal 28 April 2015 dengan jangka waktu pelaksana 150 hari kalender, dengan anggaran kontrak pada rekanan senilai Rp. 4 .297.186.000,- proyek sudah di Provisional Hand Over (PHO),

Menurut PPK IKRAR SETIATY,ST.MT ketika ketua DPP LSM PPIR Overius ketemu diruangan kerjanya pada tanggal 30 November 2015 pada pukul, 10,30 wib tidak membantah sudah terjadi PHO pekerjaan pembangunan IPLT dikabupaten Indragiri hulu.

Lanjut pertanyaan ketua DPP LSM PPIR seperti Pembangunan Supervisi Pembangunan IPLT dikabupaten Indragiri Hulu dengan panggu anggaran Rp177.961.000,- dan Pembangunan Sanimas Kab.Indragiri Hulu dengan panggun Anggaran Rp400.000.000,- dan juga Pembangunan Sanimas Kawasa Kumuh Kab.Indragiri Hulu dengan Anggaran Rp800.000.000,- dimana lokasi kegiatan proyek itu Bu? 

Karena kami tidak menemukan lokasi kegiatan proyek itu, jawab bu Ikrar Setiaty,ST.MT pekerjaan yang bapak Tanyakan tersebut masyarakat yang mengerjakannya pak, kalau bapak mau tau lokasinya Tanyakan saja pada masyarakat sekitarnya elak ikrar, semetara PPK pada beberapa proyek tersebut adalah ibu sendiri itu
sendiri.


Plang Proyek IPLT Tahun Anggaran 2015

Ketua DPP LSM PPIR membantah penjelasan Bu Ikrar Setiaty sebagai PPK, Kenapa ibu tidak memberitau titik lokasi kegiatan itu, apa dibalik hal itu bu, kata oferius, namun Jawab Ikrar setiaty,ST.MT bagus bapak Tanyakan pada masyarakat sekitar itu kalau saya jelaskan takutnya bapak kurang faham jawab ikrar.

Karena ketidak puas atas informasi yang disampaikan oleh PPK Ikrar Setiaty,ST.MT, Ketua DPP LSM PPIR Overius berusaha menemui kasatker bapak Ir.Irwan Sipahutar,M.Eng. kala itu, dalam pertemuan singkat dengan Pak Irwan Sipahutar di escalator dinas PU Riau.

Irwan menjawab kepada ketua DPP LSM PPIR, silahkan bapak langsung saja berurusan kepada ibu Ikrar Setiaty,ST.MT selaku PPK nya, karena dia lah yang lebih tau tentang permasalahan itu.

Apalagi bapak telah menyampaikan surat klarifikasi berita kepada (Ikrar-red) bapak jumpai saja dia, saran Irwan Sipahutar kepada Ketua DPP LSM PPIR, sesuai saran kasatker Ir.Irwan Sipahutar,M.Eng pada saat itu.

Dalam hal tersebut Ketua DPP LSM PPIR yang sudah berkali-kali datang dan berusaha menjumpai ibu Ikrar Setiaty,ST.MT sebagai PPK dalam kegiatan Pembangunan IPLT dikabupaten Indragiri Hulu tidak pernah ada diruang kerjanya dan ketika dihubungin  via ponsel pun tidak pernah diangkat dan sms tidak dijawab pada waktu itu.

Namun Ketua DPP LSM PPIR tidak tinggal diam demi keseimbangan informasi kepada piblik, mencoba mehubungin Teman Bu Ikrar Setiaty,ST.MT juga sebagai PPK pada waktu itu yakni Bapak Afrizal.K,ST yang kini menjabat kasatker, ianya menjawab melalui via ponselnya, baik pak saya sampaikan pada bu ikrar nya, bapak sms saja sama saya apa nama paket kegiatannya apa masalahnya.

Tambah Pak Afrizal masa bu ikrar nggak bisa dia selesaikan hal ini, itu kurasa bukan mencari teman malahan mencari musuh, Jawabnya singkat melalui via ponselnya dan saya akan kujumpakan bapak nanti sama dia pada hari senin, ibu ikrar setiaty nya lagi di Jakarta pak, papar Afrizal.

Seputar perihal tersebut diatas, Ketua DPP LSM PPIR Overius meminta kepada pihak Instansi terkait, di tingkat Kejaksaan Tinggi Riau, Polda Riau, Kejaksaan Anggung, Polri dan KPK juga Dirjen kementrian Pekerjaan Umum di Jakarta agar dilakukan pemeriksaan pada kegiatan pembangunan IPLT yang berlokasi dikabupaten Indragiri hulu.

Tambah Ketua PPIR bahwa Ibu Ikrar yang menjabat PPK sekarang ini, telah pernah cacat hukum jadi tersangka pada kurupsi dalam pelaksanaan kigiatan proyek beberapa tahun silam, anehnya kog bisa orang yang pernah cacat hokum menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK), Ungkap Oferius.

Menindaklajuti konfirmasi tersebut diatas Ketua PPIR bersama Wartawan Mediatransnews.com untuk mengklarifikasi konfirmasi sebelumnya kepada PPK yakni Ibu Ikrar di ruang kerjanya di lantai 5 Dinas Pekerjaan Umum Prov riau pada hari rabu tanggal 10 feb 2016.

Dengan penjelasan singkat dari sang Ibu PPK, "mengatakan" berita ini dulu jangan di tayangkan, biar saya pelajari dulu surat dari bapak-bapak, jawabannya paling lambat dalam tiga hari ini, sangat disayangkan hingga berita ini di terbitkan namun jawaban dari Ibu Ikrar tidak ada.(TIM)***

TERKAIT