Memasuki Tahun Baru Imlek 2567 Tahun 2016
Berikut Pernak-pernik Etnis Tionghoa
Tahun Baru Imlek 2567 ***
MEDIATRANSNEWS, JAKARTA - Tanggal 08 Februari 2016, pemerintah republik indonesia telah menetapkan menjadi Hari Libur Nasional berdasarkan Keppres No. 19/2002. Menurut penanggalan tionghua, tahun baru Imlek 2567 menandai dimulainya tahun monyet.
Kalender tionghua adalah penanggalan yang menggunakan baik perputaran matahari dan perputaran bulan (lunisolar). Bila dihitung berdasarkan kalender masehi, tahun baru imlek selalu jatuh di antara bulan Januari dan Februari. Tahun ini perayaan tahun baru Imlek jatuh pada pada hari Senin, 8 Februari 2016.
Tahun baru Imlek biasanya dirayakan dengan makan malam bersama dengan keluarga, aktivitas membersihkan rumah untuk menyapu bersih "kemalangan" tahun lalu dan menyambut "nasib baik" di tahun yang baru. Selain itu perayaan Imlek tidak lepas dengan pemberian angpao atau amplop merah.
Angpao biasanya diberikan oleh yang sudah menikah kepada yang masih belum menikah.
Di Indonesia, tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres No 19/2002 dan mulai dirayakan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003.
Selain di Indonesia, tahun baru Imlek juga merupakan hari libur nasional di Brunei, Filipina, Korea, Malaysia, Mauritius, Singapura, Tiongkok, Thailand dan Vietnam.
Setiap tahun, Imlek akan jatuh sekitar pada awal bulan Januari atau Februari kalender Masehi. Bulan awal dalam kalender Imlek (lun) adalah Cia Gwee. Sesuai perputaran kalender penanggalan China, setiap 12 tahun nama-nama tahun (shio) akan kembali berulang (berputar), dan setiap 60 tahun unsur-unsur akan kembali berulang (berputar).
Sebagian orang Tionghoa masih percaya bahwa kesuksesan atau kesialan akan silih berganti datang setiap tahun, dicocokkan dengan karateristik shio setiap orang sesuai perhitungan Thay Shui.
Berikut Pernak-pernik Etnis Tionghoa
Klenteng Pan Kho, Kota Bogor, mulai bersolek jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2567. Sesuai tradisi, warga keturunan Tionghoa punya beberapa ritual yang wajib dilakukan. Salah satunya ritual penyucian Kimsin (patung dewa-dewi).
Dalam kepercayaan, ritual Kimsin atau memandikan rupang (patung, red) dilakukan setelah roh dewa-dewi diyakini pergi ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama satu tahun.
Rupang atau patung kemudian dimandikan dengan maksud menyiapkan kembali tempat yang bersih untuk para roh dewa-dewi ketika kembali turun ke bumi.
Pengelola Klenteng Pan Kho Chandra mengatakan, makna dari ritual penyucian Kimsin ini adalah untuk membersihkan jiwa dan raga agar kembali bersih.
"Ini untuk penyucian diri menjelang Tahun Baru Imlek agar saat memasuki tahun baru, jiwa dan raga suci dari berbagai kesalahan dan penyakit hati," ucap Chandra, Jumat (5/2/2016).
Sebelum melakukan ritual tersebut, dilakukan sembahyang atau puja bakti dengan maksud berdoa memohon berkah kepada Tuhan.
"Ada cara-cara khusus melakukannya dalam memandikan Kimsin, gak sembarangan." kata Chandra.
Ada lebih dari 100 patung dewa-dewi di klenteng tertua di Bogor ini yang dibersihkan. Satu per satu patung serta peranti peribadatan yang ada di klenteng tersebut dibersihkan dari debu dan kotoran yang menempel.
Perlahan, patung-patung itu kemudian dibasuh dengan air yang sudah dicampur dengan bebungaan.
Pembersihan juga dilakukan di sejumlah bagian klenteng dan altar pemujaan. Hal ini merupakan simbol tanda bakti kepada leluhur. (mk/mtn)***
Kalender tionghua adalah penanggalan yang menggunakan baik perputaran matahari dan perputaran bulan (lunisolar). Bila dihitung berdasarkan kalender masehi, tahun baru imlek selalu jatuh di antara bulan Januari dan Februari. Tahun ini perayaan tahun baru Imlek jatuh pada pada hari Senin, 8 Februari 2016.
Tahun baru Imlek biasanya dirayakan dengan makan malam bersama dengan keluarga, aktivitas membersihkan rumah untuk menyapu bersih "kemalangan" tahun lalu dan menyambut "nasib baik" di tahun yang baru. Selain itu perayaan Imlek tidak lepas dengan pemberian angpao atau amplop merah.
Angpao biasanya diberikan oleh yang sudah menikah kepada yang masih belum menikah.
Di Indonesia, tahun baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres No 19/2002 dan mulai dirayakan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2003.
Selain di Indonesia, tahun baru Imlek juga merupakan hari libur nasional di Brunei, Filipina, Korea, Malaysia, Mauritius, Singapura, Tiongkok, Thailand dan Vietnam.
Setiap tahun, Imlek akan jatuh sekitar pada awal bulan Januari atau Februari kalender Masehi. Bulan awal dalam kalender Imlek (lun) adalah Cia Gwee. Sesuai perputaran kalender penanggalan China, setiap 12 tahun nama-nama tahun (shio) akan kembali berulang (berputar), dan setiap 60 tahun unsur-unsur akan kembali berulang (berputar).
Sebagian orang Tionghoa masih percaya bahwa kesuksesan atau kesialan akan silih berganti datang setiap tahun, dicocokkan dengan karateristik shio setiap orang sesuai perhitungan Thay Shui.
Berikut Pernak-pernik Etnis Tionghoa
Klenteng Pan Kho, Kota Bogor, mulai bersolek jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2567. Sesuai tradisi, warga keturunan Tionghoa punya beberapa ritual yang wajib dilakukan. Salah satunya ritual penyucian Kimsin (patung dewa-dewi).
Dalam kepercayaan, ritual Kimsin atau memandikan rupang (patung, red) dilakukan setelah roh dewa-dewi diyakini pergi ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama satu tahun.
Rupang atau patung kemudian dimandikan dengan maksud menyiapkan kembali tempat yang bersih untuk para roh dewa-dewi ketika kembali turun ke bumi.
Pengelola Klenteng Pan Kho Chandra mengatakan, makna dari ritual penyucian Kimsin ini adalah untuk membersihkan jiwa dan raga agar kembali bersih.
"Ini untuk penyucian diri menjelang Tahun Baru Imlek agar saat memasuki tahun baru, jiwa dan raga suci dari berbagai kesalahan dan penyakit hati," ucap Chandra, Jumat (5/2/2016).
Sebelum melakukan ritual tersebut, dilakukan sembahyang atau puja bakti dengan maksud berdoa memohon berkah kepada Tuhan.
"Ada cara-cara khusus melakukannya dalam memandikan Kimsin, gak sembarangan." kata Chandra.
Ada lebih dari 100 patung dewa-dewi di klenteng tertua di Bogor ini yang dibersihkan. Satu per satu patung serta peranti peribadatan yang ada di klenteng tersebut dibersihkan dari debu dan kotoran yang menempel.
Perlahan, patung-patung itu kemudian dibasuh dengan air yang sudah dicampur dengan bebungaan.
Pembersihan juga dilakukan di sejumlah bagian klenteng dan altar pemujaan. Hal ini merupakan simbol tanda bakti kepada leluhur. (mk/mtn)***
TERKAIT



Tulis Komentar