Gelper Diduga Berkedok Judi Kembali Beroperasi Di Wilayah Polres Kampar, Siak, Bengkalis Dan Dumai
RIAU, (MediaTransNews) - Dugaan kembali beroperasinya arena Gelanggang Permainan (Gelper) ketangkasan elektronik yang berbau perjudian di sejumlah wilayah polres di wilaya Polda Riau, antara lain Polres Kampar, Siak, Bengkalis dan kota Dumai. Dan menurut informasi, ada berapa titik yang masuk di beberapa wilayah polres tersebut diduga di koordinir berniasial RS.
Dewan Pimpinan Pusat LSM Investigasi Pemantau Pembangunan dan Hukum (DPP LSM IPPH) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas tanpa pandang bulu.
Ketua Umum DPP LSM IPPH, Rony B, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah titik Gelper yang sebelumnya sempat ditutup APH dalam beberapa bulan terakhir, kini diduga kembali beroperasi secara terang-terangan dalam dua minggu terakhir.
"Kita menduga kuat adanya kongkalikong atau koordinasi ilegal di balik layar. Tidak mungkin pengusaha berani buka kembali jika tidak ada jaminan keamanan dari oknum tertentu," kata Rony kepada media. Kamis, (8/10/26).
Rony menyebut, aktivitas tersebut disinyalir berjalan mulus karena diduga ada deal lewat pintu belakang kepada oknum APH, sehingga bisnis tersebut luput dari tindakan hukum.
"Sangat kita sayangkan, Gelper yang selama ini sudah ditutup, kok sekarang bisa dibuka dan beroperasi lagi? Kita menguat ada permainan atau deal-deal tertentu kepada oknum-oknum APH," tegasnya.
Menurutnya, maraknya kembali dugaan praktik perjudian di Riau menjadi ujian perdana bagi Kapolda Riau yang baru. Ia berharap kepemimpinan baru di Polda Riau mampu menunjukkan integritas dan ketegasan dalam memberantas penyakit masyarakat.
"Ini adalah tantangan baru kepada Bapak Kapolda Riau yang baru. Apakah mampu atau tidak memberantas dugaan tempat perjudian atau Gelper di wilayah Polres Siak, Kampar, Bengkalis dan Kota Dumai ini?" ujarnya.
LSM IPPH meminta Kapolda Riau tidak memberi toleransi terhadap praktik yang merusak moral dan melanggar hukum. Pengawasan internal terhadap personel di tingkat bawah juga diminta diperketat.
"Kita berharap kepada Kapolda Riau jangan kasih celah dan ruang kepada oknum anggota bawahan Bapak untuk bermain atau melindungi tempat judi itu hanya karena mendapat keuntungan pribadi," pungkas Rony.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Riau dan Polres Dumai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan beroperasinya kembali Gelper tersebut. (Tim Redaksi) ***



Tulis Komentar