Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 18 Januari 2020
INDEX BERITA

Komisi I DPRD Bengkalis Sambangi Mako Satpol PP Kota Batam
Bupati Kampar Catur Sugeng Terus Berupaya Tingkatkan Laba
Megahnya Gedung GSG Desa Semuli Raya
Program Sertifikat Desa Suka Maju Kec.Abung Tinggi
Disdagperin Bengkalis Siapkan 30.630 RTH
Seorang Pengedar Daun Ganja Di Tangkap Jajaran Polsek Pinggir
Z Alias Kudul Diduga Cabuli Anak Di Bawah Umur
Sat Lantas Polres Bengkalis Amankan 11 Sepeda Motor Knalpot Preng
Kepala Pengunjung Caffe Luka Parah Akibat Dihantam Dengan Martil
Dituntut JPU 20 Tahun, Hakim Justru Vonis Hukuman Mati
DW Di PHK Pihak Sekolah Mension Kids Karena Alasan Sakit
Pembunuhan Pasutri Dan Pencuri Mobil Berhasil Ditangkap
Damkar Tuba Barat Terima Dua Unit Mobil Hibah Dari Jepang
Pemprov Lampung Apresiasi Program Kerja IWO
Kadarsyah; Sayangkan Lambatnya Pelayanan Damkar Setempat
Kondisi Bangunan Perpustakaan SD-N 02 Gapura Yang Nyaris Abruk
DD Desa Suka Jaya Tahun 2019 Disinyalir Asal Jadi
Bupati Tunjuk HM Job Kurniawan Sekda Gantikan Surya Arfan
Waka Polda Riau Dan Bupati Kampar Tanam Pohon Di Kawasan SPN
Kasi Pidsus Agung Irawan Beberkan Soal Terjadinya Korupsi
Kecamatan Bukit Kemuning Gelar Rapat Tentang Teknis
Diduga Pokmas Desa Suka Maju Pungut Biaya Sertifikat Berpariasi
Penasehat Hukum Akan Laporkan Ke Bawas MA
Bawaslu Bengkalis Gandeng Stakeholder Ikuti Rakor
Ketua IWO Abdi Fathoni Mengapresiasi Kunjungan Kapolres
Pemprov. Riau
Diserahkan Oleh Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Koemolo
H. Syamsuar Terima Sertifikat Penetapan WBTB Indonesia

Rabu, 09/10/2019 - 06:58:38 WIB
H Syamsuar Saat Terima Sertifikat Penetapan WBTB Indonesia, Yang Diserahkan Langsung Oleh Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Koemolo***
 
JAKARTA, (MTN) - Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar M.Si menerima 6 (enam) sertifikat karya budaya Provinsi Riau yang ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, Selasa malam (8/10/2019), pada acara Apresiasi Penetapan WBTB tahun 2019 di Istora Senayan Jakarta. Sertifikat yang langsung diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri H. Tjahjo Koemolo tersebut ialah Zapin Siak Sri Inderapura, Dikei Sakai, Buwong Kuayang, Tari Cegak, dan Tepuk Tepung Tawar Riau.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menyampaikan betapa pentingnya penetapan terhadap karya budaya yang dimiliki Indonesia.

"Sejatinya penetapan WBTB ini adalah bentuk pelindungan kekayaan budaya yang kita miliki. Untuk memastikan bahwa karya budaya itu bisa kita lestarikan, untuk memastikan agar karya budaya itu tidak diklaim pihak lain, dan tentunya untuk pendokumentasian budaya kita," ungkap Hilmar.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Efendi mengatakan bahwa penetapan WBTB merupakan tanggung jawab Indonesia untuk melestarikan budaya yang diwariskan leluhurnya. Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga warisan budaya benda maupun takbenda yang tersebar di daerah.

"Dengan telah disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, maka pelestarian karya budaya bukan saja tanggung jawab pusat lagi, tetapi sudah menjadi tanggung jawab daerah," kata Muhadjir dalam sambutan dan pengarahannya.

Apresiasi ini 481 seniman dari seluruh Indonesia menampilkan karya budaya daerahnya masing-masing dalam acara Apresiasi Penetapan ini. Zapin Siak Sri Inderapura yang diusung Bupati Siak bersama Disdikbud Kabupaten Siak dan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.

Acara ini dihadiri pula oleh Gubernur dari beberapa provinsi, Bupati, Dinas Kebudayaan, Tokoh Adat, Budayawan, seniman, Tim Ahli WBTB, dan ratusan apresiator PKN. Dari Provinsi Riau bersama Gubernur Riau hadir pula Bupati Siak, Ketua Umum MKA LAM Riau, Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Kadis Dikbud Kabupaten Siak. (Adv/Pemprov)***





() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved