Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Juli 2019
INDEX BERITA

Refrizal Di Temukan Dengan Keadaan Tidak Bernyawa
Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Sungai Salak
Kesbangpol Riau Taja Dialog Penguatan Nilai-Nilai Sejarah Kebangsaan
Bupati Inhil Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018
Bupati Inhil Hadiri Peringatan HUT BPR - BPRS Nasional Tahun 2019
Ketum IKNR Sefianus Zai SH Kukuhkan DPD IKNR Kota Dumai
Aferlin Ziliwu Di Aniaya Yaksen Sitompul Bersama Cs
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Polsek Bukit Raya Amankan Dua Pelaku Curanmor
Baru Seumur Jagung Sudah Rusak, Masyarakat Minta Pertanggung Jawaban Pihak Terkait
Firman J Daeli: Pengabdian Tulus Owo Voice Nias
Jamaah Calon Haji Kloter 07 Resmi Dilepas Keberangkatan
Polres Lampura Gelar Perkara & Tetapkan Terlapor Sebagai Tersangka
Sekda Himbau Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Masyarakat
Paripurna Agenda Pembahasan 5 Raperda Usul Inisiatif
Trio Beni: Penting Guna Membentuk SDM Lokal Berwawasan Global
Lahan 2800H Murni Untuk Masyarakat Adat Sinama Nenek Yang Telah Diverifikasi
DPRD Way Kanan Sahkan RPD Tentang Perubahan APBD Tahun 2019
Diskominfops Inhil Bersama Wartawan Kunjungi Dewan Pers Dan Gelar Lokakarya
Ikatan Mahasiswa Nias Riau Masa Periode 2019-2021 Resmi Dilantik
Bupati Inhil Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Kajari Tembilahan
Bupati Kampar Kampar Hadiri Syukuran Masyarakat Tambang
Kampar
Perusahaan Harus Bertanggungjawab
Pekerja PT.BSP Group First Resources Meniggal Kesetrum Listrik

Sabtu, 22/06/2019 - 10:09:30 WIB
Adikfan Saputra Zai ( 8 tahun) dan sepupunya Elman Krismanjaya Telaumbanua ( 6 tahun) korban kelalaian manajemen perusahaan***
 
KAMPAR - Duka mendalam yang dirasakan dua keluarga yang bekerja sebagai buruh pemanen sawit di PT. Bumi Sawit Perkasa.

Adikfan Saputra Zai ( 8 tahun) dan sepupunya Elman Krismanjaya Telaumbanua ( 6 tahun) menjadi korban kelalaian manajemen perusahaan atas kabel listrik yang berseliweran tidak teratur. Kejadian naas ini terjadi pada tanggal 30 Mei 2019. Sekitar pukul 11.00 Wib.

Menurut keterangan saksi mata di tempat kejadian bahwa anak-anak ini melintas di sekitar tiang besi penampungan air / tandon air, tiba2 saja kedua korban tergeletak usai  badan bergetar- getar saat tidak sengaja menyentuh besi tiang penahan tandon air di sekitar Musholla.

Ibu Adifan Zai yang datang ke TKP  kaget melihat anak kesangannya sudah tergeletak di tanah dengan tubuh yang masih dialiri arus listrik.

"Ketika saya memegang tubuh mereka berdua, saya kesetrum arus listrik," ucapnya lirih.

Ia akhirnya menjauh dari lokasi dengan linglung dan lemas  karena kalut dan sempat kena arus listrik.

Kejadian tewasnya dua anak pekerja ini di duga kena aliran listrik yang berasal dari mesin genset perusahaan.

Dari informasi di lapangan bahwa kabel listrik yang melintas diatas besi penahan tangki air mengalirkan arus listrik. Kabel listrik ini berseliweran diduga akibat tidak adanya Standar operasional prosedur atas kabel2 listrik di perumahan karyawan tersebut.

Begitu juga karyawan gensetnya bukanlah seorang yang mengerti tentang listrik dan tidak memiliki Kemampuan Dasar ( KD )tentang listrik.

KD ( Kemampuan Dasar )ini seharusnya menjadi syarat wajib bagi yang mengurus kelistrikan karena arus listrik sangat berbahaya bagi keselamatan manusia.

Sefianus Zai,SH paman korban yang langsung meninjau ke TKP meminta kepolisian menetapkan Direktur PT.Bumi Sawit Perkasa sebagai Tersangka.

PT.Bumi Sawit Perkasa yang merupakan holding group First Resources ini dikenal dengan banyaknya kasus-kasus ketenagakerjaan dan tidak mengutamakan keselamatan para pekerja dan keluarganya.

Sefianus Zai yang juga Ketua LBH Bela Rakyat Nusantara dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Nias Riau meminta jajaran  Polda Riau memberi perhatian khusus atas kasus ini.

"Dua orang anak-anak pekerja jadi korban tewas sekaligus akibat kabel listrik berada ditempat yang tidak seharusnya, kelalaian manajemen ini harus di pertanggungjawabkan oleh Direksi, kalau tukang gensetkan tidak paham tentang manajemen keselamatan kerja," tegas Sefianus Zai.

"Direktur perusahaan harus bertanggungjawab atas 2 nyawa yang melayang," tegasnya.

Kasus ini sedang di lidik oleh Polsek Tapung Hulu Polres Kampar.

Kapolsek Tapung Hulu melalui Kanit

Dalam kasus ini, Reskrim Ipda Albert Sitompul,SH mengatakan bahwa penyidik segera memanggil Manajer kebun PT.BSP untuk diambil keterangannya.

Lanjut Albert, "Kami sudah memeriksa beberapa orang saksi- saksi, minggu depan pimpinan perusahaan segera di periksa," jelas Kanit.(Rls)***




() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved