Naker Asing Di RAPP
Kegeraman Syafruddin Terhadap Bebasnya Naker Asing
Ketua Harian Laskar Melayu Bersatu (LMB) Riau Syafruddin Saan Lc***
MEDIATRANSNEWS, PEKANBARU - Pemerintah Indonesia didesak memutuskan hubungan diplomatik dengan China. Pasalnya, keberadaan 1500 tenaga kerja (naker) asing yang akan dipekerjakan di PT RAPP tersebut dicurigai disusupi spionase.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Harian Laskar Melayu Bersatu (LMB) Riau Syafruddin Saan Lc saat dikonfirmasi, Rabu (14/03/18).
"Siapa bisa memastikan bahwa naker asal China yang akan dipekerjakan di PT RAPP itu murni pekerja. Saya meyakini bahwa sebagian dari mereka adalah agen spionase yang cukup terlatih. Terbukti beberapa waktu lalu di Siak Hulu ada naker yang menggunakan atribut militer", ujarnya.
Ia mengatakan pada dasarnya jenis pekerjaan yang dikerjakan asal China itu juga mampu dikerjakan oleh putra putra pribumi. Namun demikian pihaknya masih toleran terhadap naker China akan tetapi tidak lebih dari 25 orang saja.
"Jika 1500 naker asing dipekerjakan di RAPP maka 1500 kepala keluarga naker lokal kehilangan mata pencaharian. Belum lagi dari sisi upah yang jauh lebih besar ketimbang naker lokal", ucap politisi PKS itu.
Kegeraman Syafruddin terhadap bebasnya naker asing di Indonesia bukan tanpa alasan. Selain dugaan spionase juga narkoba yang masuk ke Indonesia umumnya dipasok dari China.
"Cara berpikirnya sederhana saja. Apa mungkin narkoba bisa lolos begitu saja tanpa sepengetahuan polisi dari negara mereka", tanya mantan anggota DPRD Riau dua priode tersebut. (Aw/Mtnc)***
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Harian Laskar Melayu Bersatu (LMB) Riau Syafruddin Saan Lc saat dikonfirmasi, Rabu (14/03/18).
"Siapa bisa memastikan bahwa naker asal China yang akan dipekerjakan di PT RAPP itu murni pekerja. Saya meyakini bahwa sebagian dari mereka adalah agen spionase yang cukup terlatih. Terbukti beberapa waktu lalu di Siak Hulu ada naker yang menggunakan atribut militer", ujarnya.
Ia mengatakan pada dasarnya jenis pekerjaan yang dikerjakan asal China itu juga mampu dikerjakan oleh putra putra pribumi. Namun demikian pihaknya masih toleran terhadap naker China akan tetapi tidak lebih dari 25 orang saja.
"Jika 1500 naker asing dipekerjakan di RAPP maka 1500 kepala keluarga naker lokal kehilangan mata pencaharian. Belum lagi dari sisi upah yang jauh lebih besar ketimbang naker lokal", ucap politisi PKS itu.
Kegeraman Syafruddin terhadap bebasnya naker asing di Indonesia bukan tanpa alasan. Selain dugaan spionase juga narkoba yang masuk ke Indonesia umumnya dipasok dari China.
"Cara berpikirnya sederhana saja. Apa mungkin narkoba bisa lolos begitu saja tanpa sepengetahuan polisi dari negara mereka", tanya mantan anggota DPRD Riau dua priode tersebut. (Aw/Mtnc)***
TERKAIT



Tulis Komentar