Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 28 09 2020
INDEX BERITA

Sekelompok Orang Yang Di Bawa Marlis Rusak Fasilitas Warung Tuak
SD Negeri 61 Pekanbaru Raih Juara 2 FLS2N Tingkat Kota dan Juara 3 Tingkat Provinsi
HL Seorang Janda Di Temukan Sudah Tidak Bernyawa Di Kamar Hotel
Judi Jenis Togel Marak Di Kec. Siak Hulu, Aparat Kemana saja?
Polsek Siak Hulu Kampar Ungkap Kasus Pencurian Mobil L 300
Tokoh Masyarakat Kecamatan Sirombu Gelar Doa Bersama Untuk Bapaslon ELMAR
DPW MOI Riau Rapat Eveluasi Panitia Rakerwil Lewat Zoom Meeting
Bupati Kampar Serahkan 91 Bantuan Sosial Beras (BSB)
Aliman Makmur: Areal PT RPS Bukan Lagi Di Kawasan Industri
Monitoring Dan Evaluasi Atas Progress Rencana Aksi
Bupati Kampar Tanam Benih Jagung
Nurbit : Melalui Sosialisasi Kita Berharap Masyarakat Mematuhi Protokol Kesahatan
Pasangan ELMAR Akan Berikan Garansi Dan Asuransi Jika Petani Gagal Panen
Sefianus Zai : PT. MUP Sebaiknya Taat Hukum UU Ketenaga Kerjaan
LSM: Pembangunan Danau Rusa Diduga Gagal Kontruksi
Jajaran Polda Riau Kunjungan Dan Silaturahmi Dengan Ketua DPP IKJR Prov Riau
Bupati Kampar Sosialisasikan Perbup Nomor 44 Tahun 2020
Anggota DPRD Kampar, Minta Dinas Periwisata Serius Awasi Proyek Danau Rusa Kampar
MA Pelaku Tabrak Lari Pesepeda Akhirnya Serahkan Diri
Mobil Yang Diduga Penabrak Pesepeda Akhirnya Di Temukan
Wujud Syukur Atas Anugerah Kemerdekaan Yang Ke 75, Bupati Kampar Terima UPK 75 Ribu
Penegak Hukum Dan Semua Elemen Masyarakat Harus Ambil Bagian Berantas Narkoba
Sekda Kampar : Data Kembali Masyarakat Agar Jangan Ada Yang Kelaparan Dan Pastikan Layanan Kesehatan
Sekda Kampar : Data Kembali Masyarakat Agar Jangan Ada Yang Kelaparan Dan Pastikan Layanan Kesehatan
Sekda Kampar : Data Kembali Masyarakat Agar Jangan Ada Yang Kelaparan Dan Pastikan Layanan Kesehatan
Kampar
Upah Bongkar TBS Rp22.2717 Sampai Sama Buruh Rp9.000
PT. Agro Abadi Abaikan Perbup Terkait Upah Bongkar TBS

Selasa, 21/07/2020 - 23:03:38 WIB
Buruh saat bongkar tbs dari mobil (ft:net)***
 
KAMPAR,  (Mediatransnews.com)   -  Ratusan buruh bongkar  tandan buah segar (TBS)  PT. Agro  Abadi yang ada di desa Kapau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar, Riau, mengeluh. Akibat Upah Minimun Regional (UMR) dibawah standrat,   Peraturan bupati  Kampar yang dikangkangi oleh oknum perusahaan, instansi terkait tutup mata. 

Seperti yang disampaikan Iwan, nama samarannya kepada wartawan, buruh bongkar muat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pabrik kelapa sawait (PKS) PT. Agro Abadi, Selasa (21/7). 

Menurut  Iwan,  yang minta namanya dirahasiakan menyampaikan, upah bongkar TBS di PKS PT Agro Abadi  yang bernaung di federasi Serikat Pekerja Transfortasi Indonesia (FSPTI-K SPSI) ini menyampaikan,  bahwa jerih payah kami hanya dihargai sebesar Rp 12 ribu per ton, itupun untuk buruh kamiterima sebesar Rp 9 .000 perton dan untuk pengurus pengurus unit ranting PUK serikat FSPTI-KSPSI sebesar Rp 3 ribu per ton.

Kita tidak tau mau bilang apa lagi, upah yang kami (buruh-red) terima   setiap  bulan untuk  bongkar TBS hanya  sekitar Rp 1 juta sampai Rp1,2 juta dibawah UMR untuk kebutuhan makan keluarga saja kurang, apalagi yang lain jelas Iwan.

Hal senada juga disampaikan rekannya yang tidak mau disebut namanya menyampaikan, sebenarnya dalam surat edaran Bupati Kampar, Azis Zainal tertanggal 05 November 2018, upah bongkar  tandan buah segar kelapa sawit di perusahaan Kabupaten Kampar 2019, sudah ditetapkan.

Dimana untuk tandan buah segar kelapa sawit tarif bongkar Rp 22.2717 perton. Anehnya Peraturan Bupati yang menetapkan sebesar Rp 22.2717 itu sama sekali tidak dihiraukan oleh pihak perusahaan dimana disini PT. Agro Abadi.  Hanya menerima upah bongkar TBS Rp 9 ribu perton sedangkan untuk  pengurus unit ranting (PUK) serikat FSPTI-KSPSI sebesar Rp 3 ribu per ton, jelasnya.

Lebih lanjut sumber menyampaikan untuk apa dibuat Peraturan Bupati Kampar kalau pihak perusahaan tidak mematuhinya. Bayangkan,  dari harga Rp 22.2717 yang diputuskan  Bupati Kampar,  kami buruh hanya menerima upah Rp 9 ribu perton, selebihnya kita tidak tau nyangkut dimana yang sisanya Rp 10 ribu perton itu. Kuat dugaan kami dalam hal ini ada permainan antara pihak perusahaan dan instansi terkait dalam hal ini dinas tenaga kerja .

Untuk itu kami mohon kepada pihak perusahaan dan terutama dinas tenaga kerja juga pihak serikat untuk lebih peduli membantu kami, supaya upah bongkar TBS dinaikkan. Kasihan kami yang hanya mendapat upah dibawah UMR tiap bulannya, sementara kami buruh yang bekerja mati-matian, serikat tidak peduli kondisi kami dilapangan entah bagaimana. Tolang jangan jadikan kami sapi perahan untuk memenuhi pundi-pundi  bapak-bapak pihak terkait dalam masalah ini. 

Untuk itu, kami berharap menjadi perhatian pihak yang berkompeten khususnya dinas Tenaga Kerja dan DPRD Kabupaten Kampar Riau, dapat membantu kami, jelasnya Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) Kabupaten Kampar. Maju Marpaung  tidak berhasil dihubungi wartawan via ponselnya ,  Selasa (21/7) yang mana saat dihubungin tidak aktif.

Demikian juga  jendral manejer PT.Agro Abadi, bernama Imelda ketika dihubungi lewat ponselnya, walau nomornya yang di hubungi media ini terdengar masuk, namun tidak mau mengangkat ponselnya. Hingga turunnya berita ini, belum mendapat tanggapan dari perusahaan terkait. (TIM)***






Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved