Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 05 Juli 2020
INDEX BERITA

Gampangnya Pihak Disdik Dan Sekolah Merespon Surat Keterangan Domisili Dan Miskin
Masrianto Muis: Minta Kepada Pihak PT. Indomarco Agar Diterima Pekerja Bongkar Muat
Bagian Betis VL Memar Dan Membiru Dan RM Luka Di Luntut
Muflihun, Devenitif Sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau
Bupati Kampar Tabur 100.000 Ekor Benih Ikan
RDP Komisi II DPRD Kampar Bersama Lima Puluh Kepala Desa
Pesawat Tempur TNI AU Jatuh Di Pemukiman Warga
Gubri: Mengajak Pejabat Yang Baru Dilantik Untuk Sama-sama Bekerja Keras
Pemangkasan Dana Publikasi Mengundang Kekecewaan Madia
Terkait Kerjasama Media, Kadis Kominfo Kampar Tidak Jawab Konfirmasi Wartawan
EM Penganiayaan DH Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka
A. Nazara, Anggota DPRD Kampar Kunjungi Korban Dampak Ledakan Tungku PT. RPS
Keberadaan Green Hotel Perawang Diduga Tanpa IMB Dan Izin Lainnya
Raja Adnan: Kepala Dinas Selaku Pengguna Anggaran Yang Paling Bertanggung Jawab
Diduga Akibat Pabrik Meledak, Beberapa Karyawan Cidera Dan Rumah Warga Rusak
Nias Peduli Covid-19 Riau Kembali Berbagi Kasih Dan Berkat Tahap II
Kapolres Pelalawan AKBP Indra W, S.IK Berikan Penghargaan Beprestasi
Anggota DPRD Pekanbaru Berjanji Mengusut Persoalan Bantuan Covid
Wagubri Menilai Ketahanan Pangan Merupakan Hal Penting
RN Ketua DPC BPAN, Angkat Bicara Terkait Galian C Illegal Di Rohul
Ranperda Revisi RPJMD 2017-2020 Kota Pekanbaru Ditolak Gubernur
Gerakan Nahdlatul Ulama Riau Peduli Covid-19
DPC IKNR Siak Hulu Bagikan Sembako Dan Masker Kepada Warga
Upaya Pemutus Rantai Covid-19, Sekda Pemkab Lampung Utara Turut Membagikan Masker
SDN 01 Semuli Raya Nyaris Ambruk, Kades Semuli Raya Angkat Bicara
Siak
Sudah Dua Tahun Baroperasi Tanpa Izin
Keberadaan Green Hotel Perawang Diduga Tanpa IMB Dan Izin Lainnya

Jumat, 12/06/2020 - 19:04:59 WIB
Keberadaan Green Hotel Perawang Diduga Tanpa IMB Dan Izin Lainnya***

 
SIAK, (Mediatransnews.com) -  Keberadaan Geern Hotel Perawang sejak berdiri hampir dua tahun lebih  beroperasi di Kota Industri perawang kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Green Hotel perawang yang di duga 2 Tajun sejak berdiri dan beroperasi tampa IMB dan izin lain hingga sampai sekarang.

Pantauan awak media dilokasi yang terlihat bangunan megah, yang di kenal tempat penginapan bernama Green Hotel ini, walau tidak memiliki plang  nama. Dari kejauhan bangunan tinggi sangat kokoh dan megah  tersebut terdapat sebuah bangunan  di atasnya yang di duga sebuah penangkaran "Burung Walet.

Terkait hal tersebut, awak media yang mengkonfirmasi kepada Teguh Susanto, ST,  kabid Penyelenggaraan Perizinan dan Nonperijinan pamafaatan ruang melalui WhatsApp pribadinya. Mengatakan, belum pernah ada permohonan, jika ada permohonannya maka kita lihat dan kita proses, jawab Teguh dengan singkat.

Sementara  menurut Kasatpol PP Kaharuddin SSos MSi, melalui Kabid Perundang Undangan Subandi, S.Sos, MSi yang di dampingi Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sahrul, SH. MH.  Menyebutkan masih mempelajari surat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak, saat di konfirmasih oleh teman2 media.

"Kita pelajari dulu surat dari DLH, karena dasar pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pengelola hotel adalah undang-undang. Sedangkan yang ditangani oleh PPNS Satpol PP adalah Peraturan Daerah (Perda) Siak," kata Sahrul.

Lanjut Sahrul, oleh sebab itu kita (Satpol PP) akan kaitkan dengan Perda Siak yang berhubungan dengan pelanggaran yang dilakukan, seperti Perda Siak Nomor 3 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Karena otomatis mereka (pengelola) Green Hotel belum ada IMB-nya," tandasnya.

Salah satu tokoh  masyarakat  Kecamatan Tualang  bertempat tinggal yang tidak jauh dari Lokasi Green Hotel, yang meminta namanya tidak mau di sebutkan dalam pemberitaan media, takut terancam karena pemilik hotel atau si Bos di duga di Bekaup oleh Salah satu ormas yang ada di kabupaten Siak.

Lanjut sumber, bagaimana bisa di keluarkan IMB akses jalan  masuk ke Hotal tidak sesuai aspek dan peraturan dan pasti memiliki izin pembuangan limbah ( tinja), bagaimanakah sebetulnya syarat pembuangan tinja yang memenuhi syarat kesehatan tersebut?.

Sebagai Berikut:

-Tidak boleh mengotori tanah.
-Tidak boleh mengotori air permukaan.

-Tidak boleh mengotori air tanah dalam

-Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembang biakan vektor penyakit lainnya

-Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain

-Pembuatannya mudah dan murah,katanya.

-Jamban Cemplung, untuk mencegah sekurang-kurangnya mengurangi kontaminasi tinja terhadap lingkungan, maka pembuangan kotoran manusia harus dikelola dengan baik, maksudnya pembuangan kotoran harus di suatu tempat tertentu atau jamban yang sehat. Suatu jamban disebut sehat untuk daerah pedesaan apabila memenuhi persyaratan

-Tidak mengotori permukaan tanah di sekeliling jamban.

-Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya

-Tidak mengotori air tanah di sekitarnya.

-Tidak dapat terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang binatang lainya.

- Dan tidak menimbulkan bau. Ucap sumber.

Hingga tayang berita ini, belum berhasil meminta atau mendapat tanggapan dari pemilik atau pengelola hotel. (Rls)***



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved