Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 10 Juli 2020
INDEX BERITA

DPW MOI Riau: Minta Wako Dan DPRD Pekanbaru Copot Badria Rikasari Dari Plt Sekwan
Miliaran Dana Publikasi Media Di DPRD Kota Pekanbaru Diduga Ajang Korupsi
Menkuham Yasona Laoly Berhasil Bawa Pulang Maria Pauline Ke Indonesia
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kampar Sesali Sikap Pemda Kampar
Yan Prana Jaya, Mantan Kepala Bappeda Siak Yang Kini Menjabat Sekdaprov Riau Diperiksa Di Kejati Ria
LSM IPPH, Minta Pihak Dinas Terkait Dan Sekolah Transparan
Gampangnya Pihak Disdik Dan Sekolah Merespon Surat Keterangan Domisili Dan Miskin
Masrianto Muis: Minta Kepada Pihak PT. Indomarco Agar Diterima Pekerja Bongkar Muat
Bagian Betis VL Memar Dan Membiru Dan RM Luka Di Luntut
Muflihun, Devenitif Sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau
Bupati Kampar Tabur 100.000 Ekor Benih Ikan
RDP Komisi II DPRD Kampar Bersama Lima Puluh Kepala Desa
Pesawat Tempur TNI AU Jatuh Di Pemukiman Warga
Gubri: Mengajak Pejabat Yang Baru Dilantik Untuk Sama-sama Bekerja Keras
Pemangkasan Dana Publikasi Mengundang Kekecewaan Madia
Terkait Kerjasama Media, Kadis Kominfo Kampar Tidak Jawab Konfirmasi Wartawan
EM Penganiayaan DH Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka
A. Nazara, Anggota DPRD Kampar Kunjungi Korban Dampak Ledakan Tungku PT. RPS
Keberadaan Green Hotel Perawang Diduga Tanpa IMB Dan Izin Lainnya
Raja Adnan: Kepala Dinas Selaku Pengguna Anggaran Yang Paling Bertanggung Jawab
Diduga Akibat Pabrik Meledak, Beberapa Karyawan Cidera Dan Rumah Warga Rusak
Nias Peduli Covid-19 Riau Kembali Berbagi Kasih Dan Berkat Tahap II
Kapolres Pelalawan AKBP Indra W, S.IK Berikan Penghargaan Beprestasi
Anggota DPRD Pekanbaru Berjanji Mengusut Persoalan Bantuan Covid
Wagubri Menilai Ketahanan Pangan Merupakan Hal Penting
Pelalawan
Di Pengujung Tahun Serapan APBD Kabupaten Pelalawan Baru 51 Persen
HM Harris: Pimpinan OPD Harus Fokus Mempercepat Realisasi Anggaran

Kamis, 07/11/2019 - 20:50:40 WIB

 
PELALAWAN, (MTN) - APBD Kabupaten Pelalawan Riau tahun 2019 masih sangat minim penyerapannya di banding dengan Kaupaten lainnya di riau, padahal masa penggunaan APBD kurang dari dua bulan lagi.

Davitson Saharuddin, Kepala Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) menuturkan, hingga awal November ini realisasi anggaran pada angka 51,28 persen dari total APBD Rp 1,6 triliun.

Angka serapan anggaran itu berasal dari data yang dihimpun dari seluruh OPD. Kondisi ini tentu jauh dari target yang semestinya pada November sudah di angka 70 persen.

"Kita berharap segera digesa realisasi di OPD-OPD karena waktu tinggal satu bulan lebih kalau efektifnya," kata Devitson Saharuddin, Senin pada (4/11/2019).

Dari November hingga Desember nanti, ketertinggalan serapan anggaran sekitar 48 persen lagi harus dikejar. Hal ini tergantung pengajuan pencairan kegiatan maupun program yang dijalankan seluruh dinas. Untuk mempermudah OPD mengusulkan pencairan, BPKAD telah mengubah sistem dan prosedur (sisdur) pembayaran kegiatan.

"Jika selama ini pemeriksaan berkas ada di kita, sekarang di OPD masing-masing. Jadi di BPKAD tinggal mencairkan saja," tambah Devitson.

Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan Pimpinan OPD harus fokus mempercepat realisasi anggaran. Meskipun setiap tahun ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), namun target harus tetap dikejar supaya tidak keteteran menjelang akhir tahun nanti.

"Memang target kita paling sampai 85 persen, karena ada Silpa. Tapi ini harus dipercepat, sekarang sudah November," terang Harris, seperti dikutip  media ini dari Tribunpelalawan.com

Bupati Harris akan mencatat OPD-OPD yang lamban menyerap anggarannya. Catatan itu akan menjadi dasar dalam melakukan evaluasi terhadap para pejabat yang ada di dinas yang bersangkutan pada saat mutasi jabatan nanti. (Red)***



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved