Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 16 November 2019
INDEX BERITA

PD. Sinar Mas Walau Sudah 2 Tahun Tak Miliki Izin Tetap Beroperasi
Peran FPK Riau Menjaring Aspirasi Masyarakat
Polsek Perhentian Raja Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor
DPD LAN Riau Bersama DPC LAN Pekanbaru Audensi Dengan Anggota DPD RI, Dr. Misharti
Anggarkan Dana 3 Miliar Untuk Pembuatan Turap Dan Perbaikan Air Panas Sungai
Anggota DPRD Sumut Berkat Kurniawan Laoli Angkat Bicara Terkait Meninggalnya Serda Iman Berkat Gea
Atal Depari S: Senang Dengan Keberadaan MOI
Keluarga Alm Serda Iman Berkat Gea Resmi Buat Laporan Di Denpom Nias
Ketua FPK Riau Dan Diretktur RS Awal Bros Tandatangani MoU
SD Negeri 001 Gunung Sahilan Diduga Lakukan Pungutan Tidak Wajar Kepada Murid
Zenajah Oknum TNI Serda Iman Berkat Gea Ditemukan Bekas Luka Di Tubuhnya
Pemkab Rohil Dukung Penuh Pembangunan Masjid Laksamana Muhammad Cheng Ho Di Bagansiapiapi
Pemprov Riau Dan Pemkab Rohil Bergandengan Lakukan Berbagai Upaya Perangi Narkotika
HM Harris: Pimpinan OPD Harus Fokus Mempercepat Realisasi Anggaran
Pancasila Benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia
ABG RD Bersama PN Pembobol Toko Harian Di Ringkus
Polsek Perhetian Raja Mejaring 11 Pelanggara
Pekerjaan Pembangunan SPN Polda Riau T/A 2018, Di Kerjakan Asal Jadi
AG Pengendara Sepeda Motor Meninggal Ditempat Setelah Di Tabrak Mobil Damtruk
Kapolda Riau Kunjungi Sekolah Dasar Marjinal Di Pedalaman Kabupaten Kampar
Ratusan Miliar Dana Transfer Pusat Ke Riau Dipastikan Hangus
AKBP Asep Dermawan: Patugas Boleh Beri Keringanan Bagi Masayarakat
Komisi III DPR Setujui Komjen Idham Azis Jadi Kapolri
25 Anggota DPRD Kota Gunungsitoli Masa Periode 2019-2014 Resmi Dilantik
Kapten Arm Hadi Preytno, Perpindahan Dalam Tugas Bukan Hal Yang Luar Biasa
Pemprov. Riau
Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi Di Provinsi Riau
Wagubri Hadiri Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi

Kamis, 10/10/2019 - 19:54:18 WIB
Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution saat hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi, Kamis 10/10/19***
 
PELALAWAN, (MTN) - Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi, Kamis 10/10/19.

“Strategi Dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi Di Provinsi Riau”. di Kantor Bappeda Lt.2 Gedung Pembaharuan-Kab. Pelalawan.

Pada FGD ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati Inhil, Kepala Puslitbangnak Kementerian Pertanian, Kepala Bapeda Kabupaten Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Direktur Kepala Unit di lingkungan Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi serta Narasumber dan undangan yang turut hadir.

Wagubri mengatakan bahwa Pengembangan perkebunan kelapa sawit secara masif terjadi di Provinsi Riau sejak tahun 1980-an, yang didukung dengan kesesuaian agroklimat, permintaan pasar global, dan adanya kebijakan pemerintah. Sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendorong perkembangan industri kelapa sawit dalam bentuk penguatan infrastuktur, peluang pasar, regulasi kebijakan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.

H Edy Nasution juga mengatakan Selain fokus di dunia perkebunan sawit, Riau juga terus berupaya meningkatkan peternakan sapi untuk mencapai target populasi sapi yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan selanjutnya menjadi daerah pemasok daging sapi nasional, walaupun hingga saat ini Riau masih mendatangkan kebutuhan produksi daging dari Provinsi tetangga.

Untuk menanggulangi kondisi turunnya tingkat produktivitas ternak, perlu dilakukan upaya yang serius dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada khususnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan, imbuhnya.

Sistem integrasi tanaman-ternak adalah intensifikasi sistem usaha tani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha, ujarnya.

Ada Tiga faktor penting dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di suatu wilayah, yaitu faktor teknis, sosial, dan ekonomis. Pertimbangan teknis mengarah kepada kesesuaian pada sistem produksi yang berkesinambungan, ditunjang oleh kemampuan manusia dan kondisi agroekologis. Pertimbangan sosial meliputi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ternak tanpa menimbulkan konflik sosial. Pertimbangan ekonomis mengandung arti bahwa ternak yang dipelihara harus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta bagi pemeliharanya sendiri.

Wagubri mempunyai harapan besar dengan diselenggarakannya FGD ini agar dapat memberikan kontribusi dapat menghitung potensi limbah perkebunan sawit dalam mendukung penyediaan pakan ternak, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapan sistem integrasi sawit-sapi dan menyusun strategi peningkatan pemanfaatan produk perkebunan sawit bagi sistem integrasi sawit-sapi.

Semoga dengan adanya Focus Group Discussion pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di Provinsi Riau, ujarnya mengakhiri. (Adv/Pemprov Riau)***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved