Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 28 Mei 2020
INDEX BERITA

DPC IKNR Siak Hulu Bagikan Sembako Dan Masker Kepada Warga
Upaya Pemutus Rantai Covid-19, Sekda Pemkab Lampung Utara Turut Membagikan Masker
SDN 01 Semuli Raya Nyaris Ambruk, Kades Semuli Raya Angkat Bicara

Pemerintah Berikan Bantuan Untuk Peserta JKN-KIS Kelas III
Warga Desa Tanah Merah Terima Bantuan Tahap 2
Satgas Nias Peduli Covid-19 Riau Berbagi Kasih Dan Berkat
KJB Salurkan Bantuan Menyentuh Masyarakat
Polres Lampura Bagikan Sembako Tahap Ke Empat
Hamdani Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Minta Usut Kasus Pengusiran Wartawan
LSM Dan Masyarakat, Menduga Walikota Gusit Sebagai Benteng Sang Kades
Victor Parulian, Nafsu Proyek Tak Terbendung Pada Saat Rakyat Lapar
Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Pembunuhan LJF
Kepala Desa Baru Siak Huku M, Haris CH Bagikan 300 Masker Sama Warganya
Pengurus MOI Riau Audensi Dengan Kominfo Prov Riau
Anotona Nazara, SE, Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kampar Masa Bahkti 2019-2024


Diduga Salah Gunakan DD, Masyarakat Laporkan Edieli Batee
AN. Nazara, Akan Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kampar Periode 2019-2024


Plt Bupati Lampura Apresiasi Kepada PT. Bank Lampung Yang Berperan Aktif
Tiga Eks Sekwan Rohil Masuk Jeruji Besi
Muhammad Sudah Dua Bulan DPO, Polda Riau Belum Temukan
Pemprov. Riau
Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi Di Provinsi Riau
Wagubri Hadiri Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi

Kamis, 10/10/2019 - 19:54:18 WIB
Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution saat hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi, Kamis 10/10/19***
 
PELALAWAN, (MTN) - Wakil Gubernur Riau H. Edy Nasution hadir sekaligus membuka Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi, Kamis 10/10/19.

“Strategi Dan Kebijakan Untuk Pengembangan Sistem Integrasi Sawit Sapi Di Provinsi Riau”. di Kantor Bappeda Lt.2 Gedung Pembaharuan-Kab. Pelalawan.

Pada FGD ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan, Wakil Bupati Inhil, Kepala Puslitbangnak Kementerian Pertanian, Kepala Bapeda Kabupaten Pelalawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, Direktur Kepala Unit di lingkungan Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi serta Narasumber dan undangan yang turut hadir.

Wagubri mengatakan bahwa Pengembangan perkebunan kelapa sawit secara masif terjadi di Provinsi Riau sejak tahun 1980-an, yang didukung dengan kesesuaian agroklimat, permintaan pasar global, dan adanya kebijakan pemerintah. Sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk mendorong perkembangan industri kelapa sawit dalam bentuk penguatan infrastuktur, peluang pasar, regulasi kebijakan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.

H Edy Nasution juga mengatakan Selain fokus di dunia perkebunan sawit, Riau juga terus berupaya meningkatkan peternakan sapi untuk mencapai target populasi sapi yang memadai sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan selanjutnya menjadi daerah pemasok daging sapi nasional, walaupun hingga saat ini Riau masih mendatangkan kebutuhan produksi daging dari Provinsi tetangga.

Untuk menanggulangi kondisi turunnya tingkat produktivitas ternak, perlu dilakukan upaya yang serius dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada khususnya sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan, imbuhnya.

Sistem integrasi tanaman-ternak adalah intensifikasi sistem usaha tani melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan secara terpadu dengan komponen ternak sebagai bagian kegiatan usaha, ujarnya.

Ada Tiga faktor penting dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di suatu wilayah, yaitu faktor teknis, sosial, dan ekonomis. Pertimbangan teknis mengarah kepada kesesuaian pada sistem produksi yang berkesinambungan, ditunjang oleh kemampuan manusia dan kondisi agroekologis. Pertimbangan sosial meliputi penerimaan masyarakat terhadap keberadaan ternak tanpa menimbulkan konflik sosial. Pertimbangan ekonomis mengandung arti bahwa ternak yang dipelihara harus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta bagi pemeliharanya sendiri.

Wagubri mempunyai harapan besar dengan diselenggarakannya FGD ini agar dapat memberikan kontribusi dapat menghitung potensi limbah perkebunan sawit dalam mendukung penyediaan pakan ternak, mengidentifikasi permasalahan dalam penerapan sistem integrasi sawit-sapi dan menyusun strategi peningkatan pemanfaatan produk perkebunan sawit bagi sistem integrasi sawit-sapi.

Semoga dengan adanya Focus Group Discussion pada hari ini dapat memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan sistem integrasi sawit-sapi di Provinsi Riau, ujarnya mengakhiri. (Adv/Pemprov Riau)***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved