Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 07 08 2020
INDEX BERITA

Ada Pun 7 Perwira Menengah Polda Riau Di Mutasi Sebagai Berikut
Plt. Sekwan: Kalau Tidak Saya Anggarkan Dana Publikasi Media Kalian Mau Bilang Apa
Muscab III DPC HIMNI Kab. Siak Akan Di Gelar September 2020
Gugatan Morlan S, Kandas Di PTUN Pekanbaru
Polsek Siak Hulu Kampar Amankan Pelaku Penggelapan Sepeda Motor
Ketum IKNR Apresiasi Kinerja Polsek Bukit Raya Pekanbaru
Pengeroyoan Sadis Terhadap FR Bu,ulölö, Anton Lepok Menyerahkan Diri Melalui Ketum IKNR
IKNR: Minta Aparat Kepolisian Tangkap Pelaku Pengeroyokan Secara Brutal
Tak Terima Istrinya Di Beritakan, Syamsurizal Caci Maki Oknum Wartawan
PT. Agro Abadi Abaikan Perbup Terkait Upah Bongkar TBS
Istri AM Bupati Bengkalis Non Aktif Diduga Terima Uang Gratifikasi Rp23,6 M
Warga Meminta Pemilik Warung Remang -Remang Ditutup
Hendra Oknum PNS Di Kab. Siak Diduga Tipu BRM Senilai Rp124 Juta
DPW MOI Riau Resmi Serahkan Surat Audenci Di DPRD Kota Pekanbaru
Terkait Dana Publikasi Media, DPW MOI Riau Akan Surati DPRD Kota Pekabaru
DPW MOI Riau: Minta Wako Dan DPRD Pekanbaru Copot Badria Rikasari Dari Plt Sekwan
Miliaran Dana Publikasi Media Di DPRD Kota Pekanbaru Diduga Ajang Korupsi
Menkuham Yasona Laoly Berhasil Bawa Pulang Maria Pauline Ke Indonesia
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kampar Sesali Sikap Pemda Kampar
Yan Prana Jaya, Mantan Kepala Bappeda Siak Yang Kini Menjabat Sekdaprov Riau Diperiksa Di Kejati Ria
LSM IPPH, Minta Pihak Dinas Terkait Dan Sekolah Transparan
Gampangnya Pihak Disdik Dan Sekolah Merespon Surat Keterangan Domisili Dan Miskin
Masrianto Muis: Minta Kepada Pihak PT. Indomarco Agar Diterima Pekerja Bongkar Muat
Bagian Betis VL Memar Dan Membiru Dan RM Luka Di Luntut
Muflihun, Devenitif Sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau
Pekanbaru
Kualitas Udara Di Pekanbaru Pada Level Sedang
DR H Firdaus ST MT, Aktifitas Belajar Dan Mengajar Tidak Diliburkan

Kamis, 08/08/2019 - 20:27:31 WIB
Saat menggelar rapat di ruang rapat Damkar, Rabu (7/8/2019)***
 
PEKANBARU, (MTN) - Menyikapi  banyaknya laporan, serta keluhan masyarakat kepada Walikota Pekanbaru, baik melalui pemberitaan media maupun yang berkembang di media sosial tentang  dampak kabut asap,  bahkan munculnya desakkan agar anak sekolah diliburkan, maka Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT memerintahkan empat dinas teknis, yakni Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Damkar) untuk mengkaji dan membuat pertimbangan atas kondisi tersebut.

Menanggapi ini, tim teknis menggelar rapat di ruang rapat Damkar, Rabu (7/8/2019). Rapat dipimpin Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, bersama Plt Kepala Diskes, Muhammad Amin. Turut hadir, Sekretaris BPBD, Julianda, Sekretaris Damkar Irni Dewi, serta pejabat dilingkungan DLHK dan Dinas Kominfo.

Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT dihubungi media via seluler menjelaskan, dari kajian tim ditemukan fakta, bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara Pekanbaru (ISPU) sampai hari ini masih berada pada level 92 atau kategori sedang, dengan warna Biru.

“Kualitas udara pada kategori sedang atau level 99 ini menurut kaidah ilmu kesehatan dan kemanusiaan akibat dampak asap yang mengacu kepada table ISPU dan table kesehatan, dinilai tidak berpengaruh kepada kesehatan manusia maupun hewan, tetapi berpengaruh kepada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ujar Walikota yang tengah mengikuti Rakornas tentang Karhutlah.

Dijelaskan Walikota, level dan indeks kualitas udara yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, bersumber dari berbagai media, sehingga ada yang menyebutkan indeks sudah berada level tidak sehat atau mencapai 170.

“Setelah kita lakukan koordinasi dengan LHK Provinsi Riau, maka disepakati bahwa ISPU yang dipakai adalah ISPU DLHK Pekanbaru yang saat ini berada pada indesk 92 atau level sedang. Atas Kondisi tersebut maka, aktifitas belajar dan mengajar  tidak diliburkan,’’ tegas Walikota.

Secara rinci dijelaskan Walikota, Indeks warna dan Kategori ISPU sebagai berikut:

Indeks 1-50 adalah Kategori baik dengan warna hijau, kualitas udara pada level baik ini tidak memberi efek bagi kesehatan manusia ataupun hewan dan juga tidak berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.

Indeks 51-100, adalah Kategori Sedang atau berwarna Biru, pada level sedang ini kualitas udara tidak berpengaruh kepada kesehatan manusia atau hewan, tetapi berpengaruh kepada tumbuhan yang sensitif.

“Sekarang kita berada di level sedang ini, maka sekali lagi kita tegaskan, kita belum perlu meliburkan aktifitas belajar dan mengajar, kita sudah membuat edaran atas arahan pak Walikota bahwa anak-anak diminta mengurangi aktifitas di luar ruangan, atau menggunakan masker bila berada di luar ruangan,’’ jelas orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini.

Lebih jauh dikatakan Walikota, Indeks 101-199 adalah kualitas tidak sehat atau warna kuning. Pada level ini tingkat kualitas udara bersifat merugikan pada manusia dan hewan  yang sensitif atau bisa menimbukan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Indeks, 200-299 adalah level sangat tidak sehat atau kategori merah, kualitas udara pada level ini sangat merugikan kesehatan manusia atau kelompok hewan yang sensitif, atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

“Indeks yang paling tinggi ada 300 atau lebih, atau kategori berbahaya  dengan warna hitam. Kualitas udara pada level ini dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Nauzubillah,’’ ucap Walikota.

Dalam kesempatan itu, Walikota mengajak seluruh lapisan masyrakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran hutan atau lahan, karena berdampak buruk bagi semua. Dan lindungi diri dari ISPA dengan mengungari aktifitas di luar ruangan. Gunakan masker bila berpergian dan perbanyak minum air putih.

“Semoga kondisi ini segera berakhir. Aamiin Ya Robbal Alamin,’’ harap Walikota . (Kmf/Mtn)***



Komentar Anda :
Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved