Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 18 Januari 2020
INDEX BERITA

Komisi I DPRD Bengkalis Sambangi Mako Satpol PP Kota Batam
Bupati Kampar Catur Sugeng Terus Berupaya Tingkatkan Laba
Megahnya Gedung GSG Desa Semuli Raya
Program Sertifikat Desa Suka Maju Kec.Abung Tinggi
Disdagperin Bengkalis Siapkan 30.630 RTH
Seorang Pengedar Daun Ganja Di Tangkap Jajaran Polsek Pinggir
Z Alias Kudul Diduga Cabuli Anak Di Bawah Umur
Sat Lantas Polres Bengkalis Amankan 11 Sepeda Motor Knalpot Preng
Kepala Pengunjung Caffe Luka Parah Akibat Dihantam Dengan Martil
Dituntut JPU 20 Tahun, Hakim Justru Vonis Hukuman Mati
DW Di PHK Pihak Sekolah Mension Kids Karena Alasan Sakit
Pembunuhan Pasutri Dan Pencuri Mobil Berhasil Ditangkap
Damkar Tuba Barat Terima Dua Unit Mobil Hibah Dari Jepang
Pemprov Lampung Apresiasi Program Kerja IWO
Kadarsyah; Sayangkan Lambatnya Pelayanan Damkar Setempat
Kondisi Bangunan Perpustakaan SD-N 02 Gapura Yang Nyaris Abruk
DD Desa Suka Jaya Tahun 2019 Disinyalir Asal Jadi
Bupati Tunjuk HM Job Kurniawan Sekda Gantikan Surya Arfan
Waka Polda Riau Dan Bupati Kampar Tanam Pohon Di Kawasan SPN
Kasi Pidsus Agung Irawan Beberkan Soal Terjadinya Korupsi
Kecamatan Bukit Kemuning Gelar Rapat Tentang Teknis
Diduga Pokmas Desa Suka Maju Pungut Biaya Sertifikat Berpariasi
Penasehat Hukum Akan Laporkan Ke Bawas MA
Bawaslu Bengkalis Gandeng Stakeholder Ikuti Rakor
Ketua IWO Abdi Fathoni Mengapresiasi Kunjungan Kapolres
Pekanbaru
Kualitas Udara Di Pekanbaru Pada Level Sedang
DR H Firdaus ST MT, Aktifitas Belajar Dan Mengajar Tidak Diliburkan

Kamis, 08/08/2019 - 20:27:31 WIB
Saat menggelar rapat di ruang rapat Damkar, Rabu (7/8/2019)***
 
PEKANBARU, (MTN) - Menyikapi  banyaknya laporan, serta keluhan masyarakat kepada Walikota Pekanbaru, baik melalui pemberitaan media maupun yang berkembang di media sosial tentang  dampak kabut asap,  bahkan munculnya desakkan agar anak sekolah diliburkan, maka Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT memerintahkan empat dinas teknis, yakni Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Damkar) untuk mengkaji dan membuat pertimbangan atas kondisi tersebut.

Menanggapi ini, tim teknis menggelar rapat di ruang rapat Damkar, Rabu (7/8/2019). Rapat dipimpin Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, bersama Plt Kepala Diskes, Muhammad Amin. Turut hadir, Sekretaris BPBD, Julianda, Sekretaris Damkar Irni Dewi, serta pejabat dilingkungan DLHK dan Dinas Kominfo.

Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT dihubungi media via seluler menjelaskan, dari kajian tim ditemukan fakta, bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara Pekanbaru (ISPU) sampai hari ini masih berada pada level 92 atau kategori sedang, dengan warna Biru.

“Kualitas udara pada kategori sedang atau level 99 ini menurut kaidah ilmu kesehatan dan kemanusiaan akibat dampak asap yang mengacu kepada table ISPU dan table kesehatan, dinilai tidak berpengaruh kepada kesehatan manusia maupun hewan, tetapi berpengaruh kepada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika,” ujar Walikota yang tengah mengikuti Rakornas tentang Karhutlah.

Dijelaskan Walikota, level dan indeks kualitas udara yang berkembang di tengah masyarakat saat ini, bersumber dari berbagai media, sehingga ada yang menyebutkan indeks sudah berada level tidak sehat atau mencapai 170.

“Setelah kita lakukan koordinasi dengan LHK Provinsi Riau, maka disepakati bahwa ISPU yang dipakai adalah ISPU DLHK Pekanbaru yang saat ini berada pada indesk 92 atau level sedang. Atas Kondisi tersebut maka, aktifitas belajar dan mengajar  tidak diliburkan,’’ tegas Walikota.

Secara rinci dijelaskan Walikota, Indeks warna dan Kategori ISPU sebagai berikut:

Indeks 1-50 adalah Kategori baik dengan warna hijau, kualitas udara pada level baik ini tidak memberi efek bagi kesehatan manusia ataupun hewan dan juga tidak berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif.

Indeks 51-100, adalah Kategori Sedang atau berwarna Biru, pada level sedang ini kualitas udara tidak berpengaruh kepada kesehatan manusia atau hewan, tetapi berpengaruh kepada tumbuhan yang sensitif.

“Sekarang kita berada di level sedang ini, maka sekali lagi kita tegaskan, kita belum perlu meliburkan aktifitas belajar dan mengajar, kita sudah membuat edaran atas arahan pak Walikota bahwa anak-anak diminta mengurangi aktifitas di luar ruangan, atau menggunakan masker bila berada di luar ruangan,’’ jelas orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini.

Lebih jauh dikatakan Walikota, Indeks 101-199 adalah kualitas tidak sehat atau warna kuning. Pada level ini tingkat kualitas udara bersifat merugikan pada manusia dan hewan  yang sensitif atau bisa menimbukan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Indeks, 200-299 adalah level sangat tidak sehat atau kategori merah, kualitas udara pada level ini sangat merugikan kesehatan manusia atau kelompok hewan yang sensitif, atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan.

“Indeks yang paling tinggi ada 300 atau lebih, atau kategori berbahaya  dengan warna hitam. Kualitas udara pada level ini dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Nauzubillah,’’ ucap Walikota.

Dalam kesempatan itu, Walikota mengajak seluruh lapisan masyrakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran hutan atau lahan, karena berdampak buruk bagi semua. Dan lindungi diri dari ISPA dengan mengungari aktifitas di luar ruangan. Gunakan masker bila berpergian dan perbanyak minum air putih.

“Semoga kondisi ini segera berakhir. Aamiin Ya Robbal Alamin,’’ harap Walikota . (Kmf/Mtn)***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved