Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 21 08 2019
INDEX BERITA

Bupati Inhil Harapkan Pelayanan Dasar Berbasis Digital Diterapkan OPD Terkait
Tunggu SPT Untuk Lakukan Tindak Lanjuti Masalah Desa Pematang Kasih
BNN Riau Kembali Amankan 8 Kg Sabu Bersama BB Lainnya
Polsek Perhentian Raja Tangkap Pemilik Narkoba Dan Ganja Kering
Rapat Peripurna Ke-8 Masa Sidang II DPRD Kota Pekanbaru Tahun 2019
LK 02 Tanjung Harapan Masih Gelar Kegiatan Lomba
44 Anggota DPRD Lampura Resmi DiLantik 1 Tertunda
Wabup Tuba Barat Berikan Tali Asih Kepada Paskibraka
Syamsuar didampingi Kadis PU Riau Tinjau Proyek Pembangunan Durolis Di Rohil
Bupati Inhil Hadiri Acara Pemberian Remisi Bagi Warga Binaan Lapas Tembilahan
Pemkab Kampar Berikan Santunan Kepada LVRI Dan Perlansia
Bupati Inhil Ikuti Renungan Suci Dalam Keheningan Di TMP Yudha Bakti
Inspektur Upacara HUT RI Ke-74 Di Pimpin Langsung Oleh Gubernur Riau
Kapolsek Perhentian Raja IPTU Zulfatriano, SH Pimpin Upacara Penurunan Bendera
Kejaksaan Negeri Kampar Tahan Nurul Hidayah SE, Sekdes Gunung Sari
PC Muslimat NU Inhil Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
Lingkungan 2 Tulung Batuan Gelar Lomba Kegiatan
Umar Ahmad Bupati Tulang Bawang Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Bupati Lampura H.Agung Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Camat Siak Hulu Fajri,Hasbi, S,STP, Msi Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Bupati Sematkan Anugerah Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Pemkab Inhil
Bupati Inhil Kukuhkan Paskibra Tahun 2019
Kapolri Intruksikan Seluruh Humas Polri Jalin Kerjasama Dengan Media Online
Persiapan Peringatan HUT RI Ke - 74 Dan Pencanangan Program Rumah Tahfidz
Tim Opsnal Polsek Siak Hulu Tangkap Pemilik Sabu
Pekanbaru
Pekanbaru Kembali Berasap
BEM Unilak, Pemerintah Dan Aparat Tekait Belum Memberikan Penanganan Yang Signifikan

Rabu, 07/08/2019 - 14:50:51 WIB
BEM Unilak saat menyampaikan kritikan keras terhadap pemerintah dan aparat kepolisian***
 
PAKANBARU, (MTN) - Kementerian hukum dan advokasi Kabinet UNILAK Jaya BEM Unilak memberikan kritikan keras terhadap pemerintah dan aparat kepolisian terkait Kota Pekanbaru yang kembali dikepung oleh asap akibat kebakaran lahan dan hutan (KARHUTLA) di Provinsi Riau.
 
Keadaan Kota Pekanbaru saat ini sudah dikepung oleh kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah yang ada di Provinsi Riau. Asap ini sudah hampir 3 minggu mengudara di beberapa daerah khususnya Pekanbaru. Sebenarnya kebakaran asap ini sudah ada sejak bulan januari 2019 namun belum begitu berbahaya.
 
“Kabut asap ini sudah ada sejak bulan januari 2019 namun statusnya belum berbahaya. Pemerintah dan aparat kepolisian belum memberikan penanganan yang signifikan untuk memulihkan keadaan Pekanbaru. Mereka hanya memberikan teguran kepada perusahaan yang lahannya terbakar dan bertindak represif.” Ujar Sekmenkum dan Advokasi BEM Unilak, George Tirta Prasetyo.
 
Ia mengatakan kejadian tahun 2015 kembali terjadi yang mengakibatkan polusi udara sampai ke negera tetangga. Akibat dari kabut asap ini adalah kondisi udara yang tercemar dan jarak pandang yang terbatas.
 
Saat ini status udara di Pekanbaru sudah sangat mengkhawatirkan. Beberapa masyarakat sudah mengeluh terkait kabut asap ini, mereka mengatakan beberapa anggota keluarganya sudah mengalami batuk-batuk dan radang tenggorokan. Jarak pandang saat ini hanya berkisar sejauh 1,5 Km dan luas lahan yang terbakar sudah mencapai angka 4.319 Hektare.
 
“Dengan kondisi seperti ini saya mendesak pemerintah dan aparat kepolisian serta dinas terkait untuk melakukan tindakan yang signifikan dan memberi hukuman jangan hanya teguran sebab lebih baik melakukan tindakan preventif daripada melakukan tindakan setelah ada akibat. Kita tidak ingin riau menjadi sakit dan aktivitas masyarakat terganggu. Ungkap Tirta Sekmenkum dan Advokat BEM Unilak***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved