Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Rabu, 17 Juli 2019
INDEX BERITA

Refrizal Di Temukan Dengan Keadaan Tidak Bernyawa
Bupati Inhil Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Sungai Salak
Kesbangpol Riau Taja Dialog Penguatan Nilai-Nilai Sejarah Kebangsaan
Bupati Inhil Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2018
Bupati Inhil Hadiri Peringatan HUT BPR - BPRS Nasional Tahun 2019
Ketum IKNR Sefianus Zai SH Kukuhkan DPD IKNR Kota Dumai
Aferlin Ziliwu Di Aniaya Yaksen Sitompul Bersama Cs
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Bupati Inhil Hadiri Rapat Program DMIJ Plus Terintegrasi
Polsek Bukit Raya Amankan Dua Pelaku Curanmor
Baru Seumur Jagung Sudah Rusak, Masyarakat Minta Pertanggung Jawaban Pihak Terkait
Firman J Daeli: Pengabdian Tulus Owo Voice Nias
Jamaah Calon Haji Kloter 07 Resmi Dilepas Keberangkatan
Polres Lampura Gelar Perkara & Tetapkan Terlapor Sebagai Tersangka
Sekda Himbau Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Masyarakat
Paripurna Agenda Pembahasan 5 Raperda Usul Inisiatif
Trio Beni: Penting Guna Membentuk SDM Lokal Berwawasan Global
Lahan 2800H Murni Untuk Masyarakat Adat Sinama Nenek Yang Telah Diverifikasi
DPRD Way Kanan Sahkan RPD Tentang Perubahan APBD Tahun 2019
Diskominfops Inhil Bersama Wartawan Kunjungi Dewan Pers Dan Gelar Lokakarya
Ikatan Mahasiswa Nias Riau Masa Periode 2019-2021 Resmi Dilantik
Bupati Inhil Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Kajari Tembilahan
Bupati Kampar Kampar Hadiri Syukuran Masyarakat Tambang
Hukrim
Setelah Di Sorot Media Dan Di Lapor LBH Bernas
Akhirnya Jaksa Tahan Morlan Simanjuntak Bersama Terdakwa Lainnya

Jumat, 05/07/2019 - 19:36:41 WIB
Morlan Simanjuntak

 
PEKANBARU, (MTN) - Bertahun-tahun keliaran sejak 2015 pasca putusan MA, setelah disorot sejumlah media dan dilaporkan LBH Bernas, Jaksa akhirnya menahan Morlan Simanjuntak bersama terdakwa lainnya dalam kasus pencurian besi pada tahun 2012 silam.

Kepastian penahanan kedua terdakwa disampaikan langsung oleh Kajari Siak Harry R H, SH. melalui layanan WhatsApp miliknya kepada sejumlah media lokal dan nasional, pada Rabu (4/7/2019).

"Untuk Morlan Siamnjuntak sudah dieskekusi tanggal 25 Juni 2019 dan untuk Ramot Manalu telah dieksekusi tanggal 3 Juli 2019 keduanya di Rutan Kelas II B Siak yang saat ini berkedudukan di Rumbai. Untuk sdr Alfian sudah dilakukan pemanggilan dan dijajaki keberadaanya saai ini, ucap Kajari Siak Harry.

Lebih lanjut saran Kajari Siak, pihaknya memohon disampaikan ke rekan-rekan media lainnya informasi ini baru dapat kami sampaikan hari ini berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan eksekusi untuk memastikan keberadaan masing masing terpidana mengingat perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap sejak 2015. sehingga diperlukan waktu menjajaki keberadaan masing masing terpidana, singkat Kajari Siak via layanan WhatsApp.miliknya.

Morlan S CS ini berawal dari Putusan Mahkamah Agung yang diabaikan KeJaksaan Negeri Siak selama bertahun-tahun, terhadap 3 terpidana kasus pencurian besi milik Eks PT. Pertiwi Prima Plywood, tanpa dieksekusi sementara kasusnya sudah Inkrah dan Sah .

Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu dan  Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. pada tahun 2012 silam itu.

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa  masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Karena menimbang bahwa  Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.

Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara  8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahan yang telah dijalani para terdakwa.  ***





() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved