Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Minggu, 20 Oktober 2019
INDEX BERITA

Pronyek Pengaspalan Jalan Pinang Kec. Siak Hulu Kampar Tidak Transparan
Anak Dibawah Umur Di Jual 1Jt, Polisi Tangkap Germonya
PLT. Bupati Lampura Apresiasi Pelaksanaan Kegiatan Festival Wonomarto
MKKS Tingkat SMP SE Lampura Di Pusatkan Di SMP Ibnurusyid Kotabumi
Polda Riau Adakan Pelayanan Kesehatan Gratis dan Pembagian Sembako
Sandy Juwita, SPd, MM Dilantik Sebagai Anggota DPRD Lampung Utara Periode 2019-2024
Dinas DukCapil Lampura Gelar Sosialisasi Di Kecamatan Abung Semuli
IWO Lampura Hadiri Hut PJI-D Yang Ke-4 Perdana Dilampura
Romli Amd Resmi Jabat Ketua DPRD Lampung Utara
Polsek Siak Hulu Tanggkap Bandar Judi Togel Jenis Kim
4 Pelaku Judi Kartu Remi Di Tangkap
29 Unit Ruko Di Kawasan Sp-5 Kota Sinabang Hangus Terbakar
Plt Bupati Lampura Hadiri Kuliah Umum STIE Ratula Kotabumi
STIE Bina Karya Gelar Wisudawan/i Tahun 2019
Masyarakat Dusun 5 Minta Sumur Bor Dibangun Tahun 2020
Wagubri Hadiri Focus Group Discussion Integrasi Sawit Sapi
Muslimawati Catur Berharap Dapat Manfaatkan Lahan Pekarangan
Kapolres Kampar AKBP Asep Darmawan Kunjungi Polsek Kampar Kiri
Kegiatan Karya Inovasiku Di Puskesmas Semuliraya
H. Syamsuar Terima Sertifikat Penetapan WBTB Indonesia
Bunga Umur 9 Tahun Diperkosa Oleh IS Ayah Tirinya
Polres Lampura Turunkan 74 Personil Di Ponpes Wali Songo
Polres Lampura Turunkan 74 Personil Di Ponpes Wali Songo
Pemkab Tubaba Gelar Penyuluhan Bahasa Indonesia Dan Badan Publik
Masyarakat Mendatangi Dan Menyembelih Kambing Dihalaman Kantor Pemda
Pemprov. Riau
Bila Kasus Morlan Simanjuntak Benar
Partai PDIP Segera Ambil Sikap Terkait Kasus MS

Sabtu, 22/06/2019 - 12:29:50 WIB
Pengurus partai DPC PDI Perjuangan Kampar, Wilham Murdianto, SH Dan Marlon Simanjuntak ***
 
PEKANBARU - Terkait putusan  Mahkamah Agung terhadap kasus Pidana, Morlan Simanjuntak CS, pengurus partai DPC PDI Perjuangan Kampar, Wilham Murdianto, SH kepada wartawan, Sabtu (22/6) angkat bicara.

Menurut Wilham jika pemberitaan yang beredar di mediaonline itu benar, kita pengurus lewat mekanisme partai segera ambil sikap, apa lagi jika isu Morlan Simanuntak sudah memiliki ketetapan hukum dari MA dengan status terpidana, jelasnya

Apalagi pada pemilihan legeislatif kemarin, untuk daerah pemilihan (dapil) V Kecamatan Siak Hulu- Pantai Raja, Morlan Simanjuntak merupakan salah seorang peserta calon legislatif dan  memperolah suara terbanyak. 

Jadi dalam hal ini, kita akan melakukan kordinasi dengan DPC, DPD, DPP PDI Perjuangan untuk sebuah keputusan, tegas DPC PDI Perjuanagan Kampar Wilham Murdianto, SH kepada wartawan, Sabtu (22/6).

Lanjut Wilham, jika benar ada ketetapan hukum ditingkat kasasi Mahakamah Agung (MA) terhadapa Morlan Simanjuntak dalam dugaan pencurian besi milik eks PT Pertiwi kita minta pihak kejaksaan yang menangani perkara tersebut segera melaksanakan putusan MA. Kita dari pihak PDI Perjuangan mengharapkan ada kepastian hukum.

Kita sangat terkejut beredar kabar lewat pemberitaan mediaonline yang menyebutkan Morlan Simanjuntak sudah terpidana kejaksanaan Agung tahun 2015 lalu dan hingga kini tidak tereksekusi, ini merupakan preseden buruk penegakan hokum kita, tegas Wilham.

Mencuatnya kasus Morlan CS berawal dari Putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang diabaikan KeJaksaan Negeri Siak, selama bertahun-tahun. Tiga terpidana kasus pencurian besi milik eks PT. Pertiwi Prima Plywood bebas menghidup udara segar tanpa dieksekusi sementara kasusnya sudah Inkrah .

Ketika terdakwa yang berseteruh dengan PT. Tropical Asiater jadi  pada tahun 2012 lalu masing-masing Alfian, Ramot Manalu, Morlan Simanjuntak dalam perkara dugaan kasus pencurian besi sebanyak 2,8 ton di lokasi eks PT. Pertiwi Prima Plywood tepatnya di Desa Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabuopaten siak. pada tahun 2012 silam.

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura tertanggal 10 Juni 2014 Nomor: 40/PID.B/2014/PN SIAK menyartakan terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dan menjatuhkan Pidana Penjara terhadap terdakwa  masing-masing selama 3 (tga ) bulan.

Menimbang bahwa  Putusan Pengadilan Negeri Siak kurang memberi efek jera dan tidak memenuhi rasa keadailan terhadap para terdakwa, Penuntut Umum mengajukan permintaan banding ke pe ngadilan Negri siak pada tanggal 12 Juni 2014 dengan Akta Permintaan Banding Nomor 09/Akta Pid/2014/PN/SIAK.

Gayung bersambut, PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru No: 186/PID.B/2014/PT.PBR, memutuskan  ke tiga terdakwa masing-masing terdakwa I. ALFIAN, terdakwa II. RAMOT MANALU dan terdakwa III. MORLAN SIMANJUNTAK masing-masing dijatuhi pidana penjara  8 (delapan bulan) dan menetapkan masa penangkapan dan masa penahan yang telah dijalanai para terdakwa.

Namun  putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru dan diperkuat dengan  Putusan Mahkamah Agung RI No : 424 K / PID / 2016, ternyata para terdakwa tidak menjalaninya. Sisa hukuman lima bulan lebih yang seharusnya dijalani para terpidana diabaikan dan tidak dieksekusi Kejaksaan Negeri Siak , hingga saat ini bertahun-tahun lamanya ketiga terpidana bebas melenggang menghirup udara segar.(Rls)***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved