Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Selasa, 25 Juni 2019
INDEX BERITA

Polres Lampung Utara Gelar Jalan Santai Dan Senam Bersama
PDM Lampura Gelar Acara Silaturahim Syawalan 1440 H
Rapat Paripurna Hari Jadi Pekanbaru Yang Ke-235 Tahun 2019
Wakil Bupati Inhil Hadiri Pesta Pernikahan Putra Bungsu HM Wardan
Polsek Siak Hulu Berhasil Tangkap MS Alias Anto Pelaku Pencuri Sepada Motor
Bupati Inhil Tandatangani MoU Dengan Perusahaan Pengolahan Sabut di Jakarta
Kepsek SDN 07 Tanjung Aman, Bagikan Rapor Dan Berikan Hadiah Kepada Siswa Yang Berprestasi
Partai PDIP Segera Ambil Sikap Terkait Kasus MS
Bupati Inhil Sampaikan Permasalahan Kelapa Kepada Kepala Staf Presiden RI
Pekerja PT.BSP Group First Resources Meniggal Kesetrum Listrik
48 Kepsek Di Tiga Kecamatan Ikuti Sosialisasi Hukum Kejari Lampura
Atas Kebakaran, Bupati Inhil Ungkapkan Keprihatinannya
Polsek Tapung Tangkap Tiga Bandar Judi Jenis Togel
Jajaran Pemkab Inhil Ucapkan Selamat Atas Pernikahan Putra Bungsu Bupati
Bupati Lampura Tinjau Kegiatan Baksos Dan Beri Santunan
Sekda Inhil: Gaji 13 PNS Akan Cair 1 Juli
H Suyatno, Bakar Tongkang Adalah Salah Satu Daya Tarik Wisata Unggulan Provinsi Riau
Bupati: Itu Hal Yang Biasa, Tunggu Saja
Peripurna LPJ Pelaksanaan APBD Riau 2018
SMPN 06 Kota Bumi Jadi Tuan Rumah Kegiatan MKKS
Gubri Akan Bangun Dermaga Penyeberangan Ketam Putih-Pulau Padang Di Bengkalis
Syamsuar Lepas 500 Santri Ke Ponpes Di Pulau Jawa
HUT Kota Pekanbaru Ke-235 Bakal Digelar di Area Car Free Night
Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike
Polsek Bukit Raya Amankan Pelaku Jamberet
Rokan Hulu
Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
PT Naga Mas Diduga Langgar UU No 32 Tahun 2009

Minggu, 10/03/2019 - 15:58:36 WIB
Sampel Air Limbah PT Naga Mas yang di ambil dari anak sungai***
 
ROHUL - Perusahaan PT NAGA MAS yang bergerak dibidang Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) yang berada di Dusun l Kuala mahato kecamatan Tambusai utara, Kabupaten Rokan hulu. Disinyalir keberadaan pabrik ini telah melanggar Undang undang No 32 Tahun 2009 Tentang pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam hal ini diduga adanya temuan pencemaran lingkungan hidup, yakni adanya pembuangan Limbah yang berasal dari pabrik kelapa sawit milik PT NAGA MAS.

Sumber media ini yang berhasil dikonfirmasi kepada kepala Desa Mahato Firiadi pada sabtu 9-3-19 "mengatakan, bahwa pencemaran aliran anak sungai di daerah itu, diduga berasal dari  perusahaan PKS PT Naga Mas yakni limpahan dari limbah PKS Tersebut.

Dalam pembuangan limbah itu ,sering terjadi dan menuai tudingan terhadap Menegement perusahaan pabrik kelapa sawit tersebut, papar Fariadi kepada awak media yang turun kelokasi tersebut.

Firiadi Kepala Desa Mahato, mangatakan, jika disepanjang aliran anak sungai sitalas yang melintas hingga kealiran sungai batang kumu, semuanya masuk di wilayah  kecatan Tambusai utara, dan limbah dari pabrik itu yang terdapat dialiran anak sungai diduga berasal dari pembuangan sisa hasil pengolahan hasil minyak kelapa sawit.

Lanjut sumber, dengan air keruh dari aliran sungai teesebut, di identifikasi berlumpur dan warna hitam kental dan berupa lendir dengan bau tidak sedap/tidak layak dicium, dan disepanjang aliran anak sungai juga kepemukiman masyrakat, sangat lah mengganggu kesehatan disebabkan baunya limbah dari pabrik tersebut.ujat sang kades Mahato.

Tambah Firiadi lagi bahwa temuan ini dapat dijadikan pintu masuk dalam nengungkap pencemaran limbah yang ada dialiran anak sungai itu dan kerap terjadi, di ketika turun hujan diwilayah itu.

Hal ini dikuatkan dengan pengaduan beberapa masyarakat desa itu yang enggan disebut namanya, bahwa disungai  itu kerap terjadi ikan bermatian dan masyarakat yang tinggal di daerah itu sangat resah dengan adanya
Limbah pabrik itu.

Tambah Warga disekitar wilayah itu memaparkan bahwa PKS PT NAGA MAS  dimahato ini diduga  berpotensi melanggar UU No 32 Tahun 2009, Setiap orang dilarang melakukan Dumping /membuang limbah atau bahan kimia  kedalam lingkungan hidup tanpa Ijin. Di pasal 69 ayat 1huruf ( f ) dengan konsekwensinya terhadap yang melanggar peraturan tersebut , dapat di penjara paling lama 3 Tahun dan Denda paling banyak Rp 3.000.000.000.-(Tiga miliar ) dengan ini masyarakat mengharapkan pihak pemerintah/instansi berwenang, agar dapat mengusut tuntas atas pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan PT NAGA MAS tanpa pandang bulu sebab setiap warga sama dimata Hukum( Gs)***



() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved