Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Sabtu, 18 Januari 2020
INDEX BERITA

Komisi I DPRD Bengkalis Sambangi Mako Satpol PP Kota Batam
Bupati Kampar Catur Sugeng Terus Berupaya Tingkatkan Laba
Megahnya Gedung GSG Desa Semuli Raya
Program Sertifikat Desa Suka Maju Kec.Abung Tinggi
Disdagperin Bengkalis Siapkan 30.630 RTH
Seorang Pengedar Daun Ganja Di Tangkap Jajaran Polsek Pinggir
Z Alias Kudul Diduga Cabuli Anak Di Bawah Umur
Sat Lantas Polres Bengkalis Amankan 11 Sepeda Motor Knalpot Preng
Kepala Pengunjung Caffe Luka Parah Akibat Dihantam Dengan Martil
Dituntut JPU 20 Tahun, Hakim Justru Vonis Hukuman Mati
DW Di PHK Pihak Sekolah Mension Kids Karena Alasan Sakit
Pembunuhan Pasutri Dan Pencuri Mobil Berhasil Ditangkap
Damkar Tuba Barat Terima Dua Unit Mobil Hibah Dari Jepang
Pemprov Lampung Apresiasi Program Kerja IWO
Kadarsyah; Sayangkan Lambatnya Pelayanan Damkar Setempat
Kondisi Bangunan Perpustakaan SD-N 02 Gapura Yang Nyaris Abruk
DD Desa Suka Jaya Tahun 2019 Disinyalir Asal Jadi
Bupati Tunjuk HM Job Kurniawan Sekda Gantikan Surya Arfan
Waka Polda Riau Dan Bupati Kampar Tanam Pohon Di Kawasan SPN
Kasi Pidsus Agung Irawan Beberkan Soal Terjadinya Korupsi
Kecamatan Bukit Kemuning Gelar Rapat Tentang Teknis
Diduga Pokmas Desa Suka Maju Pungut Biaya Sertifikat Berpariasi
Penasehat Hukum Akan Laporkan Ke Bawas MA
Bawaslu Bengkalis Gandeng Stakeholder Ikuti Rakor
Ketua IWO Abdi Fathoni Mengapresiasi Kunjungan Kapolres
Internasional
Simak Penjelasan Menku HAM RI Yasonna H Laoli
Indonesia Dapat Sita Harta Hasil Kejahatan Di Swiss

Senin, 11/02/2019 - 10:59:10 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H Laoly saat menandatangani perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dengan Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter di Bernerhof Bern, Swiss***
 
SWIS - Pemerintah Indonesia mencetak sejarah baru dalam terobosan menggalang kerjasama bilateral kepada Negara Swiss. Pemerintah melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menandatangani perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) dengan Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter di Bernerhof Bern, Swiss, Senin, 4 Februari 2019, waktu setempat.

"Perjanjian MLA ini dapat digunakan untuk memerangi kejahatan di bidang perpajakan," kata Yasonna H Laoly melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 5 Februari 2019. Perjanjian yang terdiri dari 39 pasal itu mengatur ihwal bantuan hukum pelacakan, pembekuan, dan penyitaan hingga perampasan aset hasil tindak kejahatan.

Yasonna H Laoly mengatakan bahwa perjanjian itu merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan warga negara atau badan hukum Indonesia mematuhi peraturan perpajakan dan tidak melakukan kejahatan penggelapan pajak atau kejahatan perpajakan lainnya.

Pemerintah Indonesia, kata Yasonna, juga mengusulkan agar perjanjian itu bersifat retroaktif. Prinsip ini memungkinkan aparat untuk menjangkau tindak pidana yang telah terjadi sebelum adanya perjanjian, sepanjang putusan pengadilannya belum dilaksanakan.

Pemerintah Indonesia, kata Yasonna, juga mengusulkan agar perjanjian itu bersifat retroaktif. Prinsip ini memungkinkan aparat untuk menjangkau tindak pidana yang telah terjadi sebelum adanya perjanjian, sepanjang putusan pengadilannya belum dilaksanakan.

Dikutip dari Tempo.co,  Yasonna  Laoly mengatakan proses negosiasi untuk sampai ke penanda-tanganan ini berlangsung alot dan bertahun-tahun. Sebab, “Swiss sangat menjaga keamanan dan kerahasiaan sistem perbankan mereka,” kata dia. "Dengan MLA kita bisa minta bantuan pemerintah Swiss mengusut proceeds of crime oleh WNI yang disimpan di Swiss.”

Duta Besar RI untuk Swiss, Muliaman D Hadad menyebut perjanjian itu merupakan capaian kerja sama bantuan timbal balik pidana yang luar biasa. Dia menegaskan penandatanganan MLA ini menggenapi keberhasilan kerja sama bilateral Indonesia-Swiss di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Menurut Muliaman, penandatanganan MLA ini sejalan dengan Nawacita dan arahan Presiden Joko Widodo, terutama menyangkut platform kerja sama hukum untuk pemberantasan korupsi dan pengembalian aset hasil korupsi. Indonesia adalah negara kesepuluh di Asia yang menandatangani perjanjian MLA dengan Swiss. “Ini adalah follow up pidato presiden pada peringatan hari korupsi sedunia tahun lalu.”***

Sumber : Tempo.co





() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved