Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Senin, 27 Mei 2019
INDEX BERITA

Catur Sugeng : Mohon Dukungan Seluruh Elemen Masyarakat, Bangun Kampar Lebih Baik
Elizaman Gulö Kritis Di Hantam Truk CPO
Gubernur Riau H Syamsuar Safari Ramadhan Di Kampar
Bupati Harapkan Program Listrik Desa Di Inhil Dapat Digesa
Pemko Pekanbaru Teken MoU Dengan Go-Pay Dan GoJek
Kejari Pekanbaru Pastikan Kasus Jalan TPA Diusut
Pembahasan Ranperda Pemekaran Kecamatan Di Pekanbaru
Sebagai Pemenang Lomba MTQ ke-47 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2019
Muslimawati Serahkan Santunan Untuk 68 Anak Yatim Piatu
Wabup Harapkan Hubungan Baik Seluruh Forkopimda Inhil Tetap Terjalin
Ayam Di Pasar Senin Melonjak Naik
Gemar Siak Berzakat Bersama Gubernur Riau
Gubri H. Syamsuar Serahkan Zakat Sebesar Rp25 Juta Di Siak
Bupati Rohil H. Suyatno Mengucapkan Selamat Atas Kemenangan Jokowi- Maruf
Wabup Inhil Taja Syukuran Dan Buka Puasa Bersama Di Kediaman Dinas
IKA SMANSA Tembilahan Hulu Adakan Pemberian Takjil Selama Ramadan 1440 H
Peripurna Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas LKPD Prov. Riau Tahun 2018
Pemkab Kampar Distribusikan 17 Milyar Untuk Kecamatan Kampar Kiri Tengah
Bupati Kampar: Pemkab Telah Usulkan Program Prioritas Ke Pusat
Puskesmas Kampar Timur Kecamatan Kampar Menuju Akreditasi
Wabup Inhil Safari Ramadan ke Kecamatan Kateman
Kabupaten Inhil Kembali Raih Opini WTP Dari BPK Perwakilan Riau
Amankan Seorang Wanita Yang Diduga Pengedar Narkoba
Amril Mukmini Ajak Masyarakat Giatkan Zakat
Pemko Safari Ke Masjid An Nur
DPRD Riau
Pembahasan RAPBD 2019 Dimulai
DPRD Riau Dorong Bapenda Maksimalkan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 07/09/2018 - 09:22:21 WIB
Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman (Ft: Net) ***
 
PEKANBARU - DPRD Riau menilai potensi pendapatan daerah selama ini belum mampu digali secara maksimal oleh Badan pendapatan Daerah (Bapenda) Riau. Hal itu juga membuat pembahasan APBD murni 2019 terkesan lambat.

Disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Kamis, (6/9/2018), sejak awal pembahasan dimulai, beberapa anggota banggar masih mempertanyakan sisi pendapatan yang tidak tergali secara optimal.

Seperti pajak air permukaan, dimana besaran pajak ditentukan sendiri oleh perusahaan tersebut, dan lainnya seperti pajak minyak industri.

"Kita banyak potensi, tetapi tidak dioptimalkan, bahkan tidak digali sehingga pajaknya hilang. Contohnya pajak air permukaan, pajak minyak industri dan lain - lain," paparnya.

Noviwaldy pun mengungkapkan, selama ini Bapenda yang seharusnya giat menggali potensi - potensi tersebut, justru seolah menunggu perusahaan atau pihak yang diwajibkan untuk mengatarkan pajaknya ke Bapenda

"Bapenda itu saya minta, pegawainya yang ada disana, turun kelapangan untuk melihat, mencari, menagih semua yang menjadi potensi itu. Jangan sia - sia jumlah pegawai yang segitu banyaknya," ujar Dedet panggilan Noviwaldy.

Sementara itu, terkait APBD Murni, diperkirakan akan disahkan sebelum 30 November 2018 mendatang. (Grc/Mtn)***




() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2017 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved