Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Jum'at, 05 Juni 2020
INDEX BERITA

Kapolres Pelalawan AKBP Indra W, S.IK Berikan Penghargaan Beprestasi
Anggota DPRD Pekanbaru Berjanji Mengusut Persoalan Bantuan Covid
Wagubri Menilai Ketahanan Pangan Merupakan Hal Penting
RN Ketua DPC BPAN, Angkat Bicara Terkait Galian C Illegal Di Rohul
Ranperda Revisi RPJMD 2017-2020 Kota Pekanbaru Ditolak Gubernur
Gerakan Nahdlatul Ulama Riau Peduli Covid-19
DPC IKNR Siak Hulu Bagikan Sembako Dan Masker Kepada Warga
Upaya Pemutus Rantai Covid-19, Sekda Pemkab Lampung Utara Turut Membagikan Masker
SDN 01 Semuli Raya Nyaris Ambruk, Kades Semuli Raya Angkat Bicara

Pemerintah Berikan Bantuan Untuk Peserta JKN-KIS Kelas III
Warga Desa Tanah Merah Terima Bantuan Tahap 2
Satgas Nias Peduli Covid-19 Riau Berbagi Kasih Dan Berkat
KJB Salurkan Bantuan Menyentuh Masyarakat
Polres Lampura Bagikan Sembako Tahap Ke Empat
Hamdani Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Minta Usut Kasus Pengusiran Wartawan
LSM Dan Masyarakat, Menduga Walikota Gusit Sebagai Benteng Sang Kades
Victor Parulian, Nafsu Proyek Tak Terbendung Pada Saat Rakyat Lapar
Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Pembunuhan LJF
Kepala Desa Baru Siak Huku M, Haris CH Bagikan 300 Masker Sama Warganya
Pengurus MOI Riau Audensi Dengan Kominfo Prov Riau
Anotona Nazara, SE, Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kampar Masa Bahkti 2019-2024


Diduga Salah Gunakan DD, Masyarakat Laporkan Edieli Batee
Rokan Hulu
Warga Laporkan Oknum Polisi
Oknum Polisi Paksa DW Jadi PSK

Jumat, 27/10/2017 - 05:02:17 WIB
Ilustrasi (Ft: Net)***
 
MEDIATRANSNEWS, ROHUL - DW (22), warga Kabupaten Kampar melaporkan oknum polisi dan pemilik kafe di Ujung Batu, ke Mapolres Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (24/19/17). DW mengaku dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan disiksa.

DW datang ke Mapolres Rohul didampingi dua kuasa hukumnya, Ficki Andrian SH dan Donal Henri Samosir SH sekitar pukul, 13.00 WIB.

DW, saat dijumpai wartawan di Mapolres Rohul mengatakan, dirinya sudah hampir satu tahun dipaksa melayani tamu di kafe remang-remang ARM di Lintam, Ujungbatu.

Berawal dirinya ditawari pekerjaan sebagai pelayan rumah makan oleh oknum polisi yang mengaku bertugas di Mapolres Rohul inisial ML.

Namun kenyataannya, setiba di Kecamatan Ujung batu Rohul, Dirinya ditinggalkan oleh ML dan dijemput oleh orang yang tidak dikenalnya, dan dibawa ke kafe ARM.

Di kafe itu, DW dipaksa melayani nafsu pria hidung belang. Jika dirinya menolak melayani tamu, maka Dirinya akan disiksa oleh pemilik kafe.

"Setiap hari saya harus melayani tamu, kalau tidak mau saya akan disiksa dan digantung, kaki keatas kepala saya dibawah. Itu pernah saya alami," ujar DW dengan sedih.

DW juga mengaku sering diancam oleh oknum polisi ML dengan senjata api laras panjang, jika berani melarikan diri.

Hingga akhirnya DW berhasil kabur dari rumah yang disebutnya neraka itu. Setelah di jemput secara diam-diam oleh orangtuanya.

Diakui DW, di kafe ARM tersebut masih banyak wanita-wanita yang senasib dengan dirinya yang mengalami kekerasan.

“Saya berharap polisi menangkap oknum polisi panyalur dirinya dan pemilik kafe, dan mereka harus dihukum seberat-beratnya," harap DW.

Kuasa hukumnya, Ficki Andrian SH juga juga berharap kliennya terbebas dari ancaman dan kekerasan oleh kedua orang tersebut. (rls/smn/mtn)***






() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved