Follow:     Serikat Perusahaan Pers
Kamis, 28 Mei 2020
INDEX BERITA

DPC IKNR Siak Hulu Bagikan Sembako Dan Masker Kepada Warga
Upaya Pemutus Rantai Covid-19, Sekda Pemkab Lampung Utara Turut Membagikan Masker
SDN 01 Semuli Raya Nyaris Ambruk, Kades Semuli Raya Angkat Bicara

Pemerintah Berikan Bantuan Untuk Peserta JKN-KIS Kelas III
Warga Desa Tanah Merah Terima Bantuan Tahap 2
Satgas Nias Peduli Covid-19 Riau Berbagi Kasih Dan Berkat
KJB Salurkan Bantuan Menyentuh Masyarakat
Polres Lampura Bagikan Sembako Tahap Ke Empat
Hamdani Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Minta Usut Kasus Pengusiran Wartawan
LSM Dan Masyarakat, Menduga Walikota Gusit Sebagai Benteng Sang Kades
Victor Parulian, Nafsu Proyek Tak Terbendung Pada Saat Rakyat Lapar
Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Pembunuhan LJF
Kepala Desa Baru Siak Huku M, Haris CH Bagikan 300 Masker Sama Warganya
Pengurus MOI Riau Audensi Dengan Kominfo Prov Riau
Anotona Nazara, SE, Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Kampar Masa Bahkti 2019-2024


Diduga Salah Gunakan DD, Masyarakat Laporkan Edieli Batee
AN. Nazara, Akan Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kampar Periode 2019-2024


Plt Bupati Lampura Apresiasi Kepada PT. Bank Lampung Yang Berperan Aktif
Tiga Eks Sekwan Rohil Masuk Jeruji Besi
Muhammad Sudah Dua Bulan DPO, Polda Riau Belum Temukan
Inderagiri Hulu
Bangun Parit Gajah Pada Pemukiman Warga
Kades Ajukan Keberatan, PTPN V Lanjut Terus

Kamis, 15/09/2016 - 07:52:41 WIB
Sotuasi terkini di lokasi pembangunan parit gajah di Desa Sei Air Putih***
 
MEDIATRANSNEWS, INHU - Pembuatan parit gajah yang lazim dilakukan oleh setiap perusahaan perkebunan bertujuan untuk melindungi tanaman dari gangguan binatang-binatang perusak tanaman seperti gajah maupun babi hutan.

Namun bilamana parit gajah yang pada umumnya berkedalaman 2-3 meter dan lebar 2-3 meter itu dibangun diwilayah pemukuman masyarakat jelas tujuannya bukan lagi untuk menjaga keamanan dari gangguan binatang-binatang liar.

Hal inilah yang terjadi di Desa Sei Air Putih, Kecamatan Sei Lala, Kabupaten Indragiri Hulu-Riau. Tanpa pertimbangan kemanusiaan, PTPN V kebun Amo II membangun parit gajah tepat diwilayah pemukiman masyarakat.

Parahnya lagi, parit gajah yang hanya berjarak 2 hingga 3 meter dari  rumah warga itu selain dapat mengancam keselamatan rumah yang sewaktu-waktu dapat terjadi longsor, juga dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan anak-anak yang sedang bermain.

Kekhawatiran para orang tua warga Desa Sei Air Putih terhadap keselamatan anak-anaknya disampaikan oleh Rio (25). Rio yang memiliki 2 orang anak yang masih kecil itu mengatakan, "sejak PTPN V membangun parit gajah tepat di depan halaman rumah ini saya jadi selalu was-was, soalnya anak tidak tau yang namanya bahaya, kalau hanya dilarang tapi tak dijagain dia akan bermain disitu lagi", ungkap Rio khawatir.

Masih Rio, Kepala desa kami juga sebenarnya sudah minta PTPN tidak membangun parit gajah dekat pemukiman warga, tapi PTPN nampaknya memang tidak peduli, buktinya dia jalanbterus, terangnya.

Lain halnya yang dirasakan Dolah (60) warga yang mengaku sejak lahir sudah menjadi warga Desa Sei Air Putih itu mengatakan, 35 tahun yang lalu saat PTPN V masih menggunakan lahan kebun kelapa sawit tersebut sebagai tempat pembibitan tanaman karet, dirinya sudah bermukim disana.

"Sejak dulu tidak ada masalah disini, tidak ada bangun parit seperti sekarang, mana ada lagi gajah disini yang ada cuma manusia, kalau saya ini sudah tua dirumah hanya saya berdua dengan istri yang kasihan itu, orang yang punya anak masih kecil-kecil", katanya.

Ditemui di salah satu kantin pencucian mobil (door semer red) di desa kelawat, Kepala Desa Sei Air Putih, Zulkarnaeng mengatakan sangat menyesalkan tindakan yang  PTPN V Kebun Amo II yang membangun parit dipemukiman warga.

"Sebelum mereka (PTPN V red) membangun parit gajah itu, saya selaku kepala desa yang mewakili warga sudah mengajukan keberatan dan minta supaya pembangunan parit gajah tidak dilanjutkan khususnya yang berdampingan dengan pemukiman warga.

Kita tau itu memang lahan PTPN, dan sudah menjadi hak mereka menjaga dan melindungi asetnya dari gangguan-gangguan yang merugikannya. Meskipun begitu rasanya sudah tidak layak lagi untuk menjaga aset yang berdampingan dengan pemukiman warga dibangun kan parit gajah".

Lebih lanjut Kades Zulkarnaing mengatakan, rasa keberatan warga sudah kami sampaikan kepada pihak PTPN V yang berada di lapangan,  ternyata mereka tidak menggubrisnya, yang ada mereka tetap ngotot membangun parit gajahnya.

Karena penyampaian secara lisan tidak di acuhkan, kamipun menindak lanjutinya secara administrasi (tertulis red). Kami sudah menyurati mereka dan kami juga tembuskan ke Camat Sei Lala.

Disana (dalam surat red) kami sudah memberitahukan bilamana terjadi hal yang tidak kita inginkan, siapa yang harus bertanggung jawab, sebut Kades mengingatkan.

Kami juga heran, perusahaan perkebunan lain yang berdampingan dengan Desa Sei Air Putih, seperti PT.Tunggal Perkasa Plantation (PT.TPP) misalnya, meski perhatian dan bantuannya TPP selama terhadap Desa Sei Air Putih patut diangkat jempol, toh mereka enggan membangun parit gajah seperti yang dilakukan oleh PTPN V. Sementara kalau mau jujur, apa yang pernah dilakukan oleh PTPN V terhadap Desa Sei Air Putih, dan biar lebih terang menderang, pak wartawan silahkan tanya kepada warga kami, setahu saya untuk perayaan HUT RI saja mereka tidak pernah memberikan sumbangsihnya, apalagi yang lainnya, kata Kades memaparkan kekecewaannya. (Wp)

Sementara itu, baik ADM maupun Asisten Umum (Asum) PTPN V perkebunan Amo II belum bisa dapat dikonfirmasi. (Wp)***





() Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Redaksi | Advertorial
PEDOMAN MEDIA CYBER
Copyright 2013 - 2020 PT. Noah Mifaery Pers, All Rights Reserved